Soal Penolakan Pasien BPJS, Begini Kata Pejabat RSUD Kota Bekasi

Pelaksana Harian (Plh) Dirut RSUD Kota Bekasi Tri Sulistyani (kiri) bersama Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi M.Jufri (tengah) dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati (kanan) memberikan keterangan terkait penolakan pasien di tujuh rumah sakit di Kota Bekasi. (Foto: Radar Bekasi)

Pelaksana Harian (Plh) Dirut RSUD Kota Bekasi Tri Sulistyani (kiri) bersama Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi M.Jufri (tengah) dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati (kanan) memberikan keterangan terkait penolakan pasien di tujuh rumah sakit di Kota Bekasi. (Foto: Radar Bekasi)

PELAKSANA Harian (Plh) Dirut RSUD Kota Bekasi Tri Sulistyani mengaku lalai dalam kasus penolakan pasien BPJS atas nama Reny Wahyuni. Meski mengakui kelalaiannya, Tri enggan menanggung tanggungjawab penuh masalah tersebut. Dia justru melempar kesalahan pada anak buahnya di tingkat bawah karena tidak memberikan informasi mengenai pasien yang membutuhkan kamar namun kondisinya penuh.

“Seharusnya memang tugas dari manajemen untuk mencarikan rujukan ke rumah sakit lain. Tapi dengan kasus kemarin memang ada kesalahan antara staff di bawah tidak menginformasikan kepada manajemen sehingga si keluarga mencari sendiri,” sambungnya.

Jika mendapatkan informasi, menurut Tri, proses yang ditempuh ialah staf melaporkan hal tersebut kepada manajemen dan nanti manajemen yang akan mencari rujukan untuk pasien yang membutuhkan.

Sebelumnya, warga Perumahan Pejuang Pratama, Blok L20 RT 03/06, Kelurahan Pejuang Kecamatan Medansatria Reny Wahyuni (40) ditolak di tujuh rumah sakit. Parahnya, salah satu rumah sakit yang menolak ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, milik Pemerintah Kota Bekasi

 

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK …