Pemkot Bekasi Cegah Inflasi Kebutuhan Pokok Lewat Pasar Murah

(Ilustrasi) Seorang warga mengambil paket berisi sembako pada saat Operasi Pasar Murah di Mustikajaya, Rabu (22/6/2016). (Foto: Ika Defianti/GoBekasi)

(Ilustrasi) Seorang warga mengambil paket berisi sembako pada saat Operasi Pasar Murah di Mustikajaya, Rabu (22/6/2016). (Foto: Ika Defianti/GoBekasi)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi, mengambil langkah antisipasi terjadinya inflasi kebutuhan pokok jelang perayaan idul fitri dengan menyebarkan 8 ribu kupon sembako bersubsidi. Sembako tersebut berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Bulog Jawa Barat (Jabar) yang menggandeng Disperindag Kota Bekasi.

Pembagian sembako tersebut dialokasikan di tiga wilayah, yakni Jati Sampurna 3500 paket sembako, Pondok Melati 2000 paket sembako, dan Pondok Gede 2500 paket sembako. Sedikitnya terdapat tiga jenis sembako yang disebar, diantaranya adalah minyak, gula, dan beras.

Syaratnya, warga yang ingin membeli harus memiliki kupon yang telah dibagikan. Setiap keluarga diberikan satu bundel kupon yang berisikan tiga jenis barang, di antaranya satu kupon beras, satu kupon gula, dan tiga kupon minyak.

“Ini untuk mencegah inflasi di pasaran setiap jelang lebaran,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bekasi, Cardiman di Kantor Kecamatan Jati Sampurna, Kota Bekasi, Selasa (13/6/2017) kemarin.

Harga sembako pada operasi pasar murah ini dipatok setengah harga dari pasaran. Dari tiga jenis tersebut dipatok harga senilai Rp 69 ribu per paket sembako. Dengan rincian, beras 5 kilogram seharga Rp 30 ribu, gula 3 kilogram senilai Rp 21 ribu, dan minyak 3 liter dengan harga Rp18 ribu. Jika dipasaran, satu paket tersebut bisa mencapai kisaran Rp 138 ribu.

Cardiman mengatakan, sembako ini diperuntukan bagi keluarga yang terindikasi masuk dalam golongan tidak mampu. Dia juga melarang bagi keluarga yang memiliki tingkat perekonomian di atas rata-rata untuk turut serta mengambil kupon yang disediakan oleh panitia operasi pasar murah.

“Kuponnya kita bagikan saat pagi hari, hanya keluarga tidak mampu yang mengambil kupon sembako,” kata Cardiman.

Dia menambahkan, kualitas sembako yang dialokasikan sudah melalui tahap seleksi dari Disperindag dan Bulog Jabar. Ia menjamin bahwa sembako yang diterima masyarakat steril. Menurutnya, sembako ini sudah lolos dari uji kelaikan konsumsi.

“Bermutu dan tidak ada kutunya. Jenis beras yang dibagikan ini standar premium, jadi bagus lah,” katanya.

Salah seorang warga, Mini Andriyani (35) mengaku senang bisa mendapatkan jatah kupon untuk membeli sembako murah. Baginya, satu paket sembako tersebut dapat menjaga kondisi dapur hingga menjelang lebaran.

“Lumayan, bisa ngurangin beban ekonomi. Sembakonya bisa distok sampe lebaran nanti,” terang warga Kampung Kranggan, Jati Sampurna.

Namun demikian, untuk mendapatkan sembako dengan harga yang turun 50 persen tetap saja sulit bagi warga yang benar-benar tingkat ekonominya mengkhawatirkan. Seperti yang dialami Isah (35). Ibu rumah tangga asal Kampung Ace, Jati Sampurna harus rela meminjam uang ke tetangga untuk membeli paket sembako.

“Seharusnya gratis saja, karena saya benar-benar harus ngutang ke tetangga walaupun sembakonya sudah murah,” ujar Isah yang dilokasi tengah menggendong buah hatinya.

Dia juga mengatakan, seharusnya pemerintah juga berinisiatif untuk menyediakan susu dalam sembako tersebut. “Biar gak cuma tiga jenis doang,” katanya.

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds