Pepen Minta Rumah Sakit di Kota Bekasi Tidak buat Pasien Lama Menunggu

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi atau biasa disapa Pepen, meminta agar rumah sakit tidak membuat pasien menunggu lama saat akan melalukan rawat jalan maupun rawat inap. Ini ia katakan saat  Inspeksi mendadak ke RSUD dr. Casbullah A.M Kota Bekasi pada hari Selasa (13/06/2017).

Dalam sidak itu, pertama ia menyambangi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Disanah, ia banyak melihat banyak pasien menumpuk. Karena itu, Pepen meminta kepada RSUD Kota Bekasi untuk mencarikan kamar rujukan di RS swasta.

Bahkan, dari data yang di himpun, ada beberapa SKPD yang kenaikanya hingga 200 persen. Namun upaya ini tidak di imbangi kenerja sebagian besar atau oknum aparatur di RSUD Kota Bekasi.

RSUD Kota Bekasi seharusnya,  dapat menerima pasien dari kalangan manapun tanpa harus melihat datang dengan uang atau hanya surat jaminan dari negara atau BPJS. Namun upaya itu belum mulus, sebab masih banyak laporan penolakan pasien di lingkaran rumah sakit.

Nyatanya masih kita sering dengar adanya pasien yang di tolak di RSUD. Bahkan walikota Bekasi sendiri mengakui bahwa masih ada kasus penolakan pasien di Rumah Sakit Kota Bekasi.

“Seperti Ibu Reny,  di tolak tujuh rumah sakit dan sekarang berobat di RS Koja Milik Pemprov DKI, ini sangat memalukan, ada rumah sakit yang menolak Pasien. Harusnya seluruh pasien dapat di layani cukup dengan menunjukan KTP Kota Bekasi, ” kata dia.

Menurut Pepen, saat ini upayanya memimpin  Kota Bekasi dengan baik masih terganjal beberapa apratur dibawahnya. Semisalnya, banyak pasien yang sudah berdatangan sejak pagi buta, tetapi para pelayan dan dokternya belum ada kesiapan. Bahkan belum datang.

“Saya minta BKPPD melakukan riksus, bagi ASN agar diberikan  jika bukan dokter yang Asn di pecat saja. Tinggal nanti minta ke Ikatan Dokter Indoensia saya yakin banyak,” ujar dia.

Ia melihat, saat ini jajaran direksi RSUD Kota Bekasi tidak lengkap, RSUD Kota Bekasi seperti tidak terurus. Kata dia, gaji saja yang tinggi namun kontrak kinerja yang di gadangnya belum di terapkan.

Hal ini tentunya banyak menimbulkan pertanyaan sari warga agar permasalahan ini dalat segera selesai. Mengingat, kesejahteraan aparatur meningkat, seharusnya di imbagi kinerja yang baik. Bukan hanya bicara kantong pegawai RSUD namun saatnya bicara nyawa warga Kota Bekasi saat berobat di RSUD. (adv/hms/gob)



loading...

Feeds