Lokasi Payung Gantung di Cikarang Pusat Jadi Tempat Nongkrong Baru

Siswa SMA sedang swafoto di bawah hiasan payung warna-warni yang menggantung di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi. FOto:Raiza/Radar Bekasi

Siswa SMA sedang swafoto di bawah hiasan payung warna-warni yang menggantung di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi. FOto:Raiza/Radar Bekasi

PAYUNG yang dipasang menggantung itu berwarna-warni. Meski pelantikan bupati dan wakilnya sudah selesai, namun hiasan itu masih tetap bertahan.

Tak ayal, hiasan itu menjadi sasaran warga untuk menjadi background foto. Bahkan ada siswa SMA yang sengaja datang ke lokasi tersebut hanya untuk berfoto dengan latar belakang payung warna-warni yang menggantung.

 “Spotnya bagus buat foto-foto apalagi ada latar gedung bupati jadi lebih keren,” kata Ismawati (23), warga Cibarusah yang sengaja menyempatkan datang ke Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk melihat payung menggantung.

Payung yang digantung itu jumlahnya ratusan. Ada yang dipasang di depan pintu masuk komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, dan ada juga yang di depan kantor bupati.

Kata perempuan yang biasa disapa Isma itu, hiasan payung menggantung itu menjadi perbincangan dan viral di media sosial. Pasalnya, banyak warga yang mengabadikan hiasan itu menggunakan kamera selular dan diupload ke media sosial.

“Tinggal ceprat.. cepret.. hasilnya dikirim. Terus ada yang udah bikin vlognya di youtube juga,” katanya.

Menurut Isma, selain Jembatan Cinta di Tarumajaya, keberadaan payung warna-warni di Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi menjadi lokasi idola baru bagi anak muda untuk berkumpul.

“Sebelumya Taman Sehati di Stadion Wibawamukti yang rame, sekarang di sini (Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi), tapi di sini lebih nyaman karena di Taman Sehati belum digarap dengan baik tamannya masih jarang,” kata mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Cikarang itu.

Menjelang sore, suasana di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi semakin ramai dikunjungi muda-mudi yang sekadar jalan-jalan sambil menunggu waktu berbuka puasa. Kemeriahan di lokasi semakin bertambah saat di jalan komplek tersebut banyak pedang yang menjajakan takjil untuk berbuka puasa.

“Jadi lebih seru ngabuburit di sini, sama keluarga anak dan istri nunggu Magrib dan selfi di depan pemda,” kata Hamid (37), warga Cikarang Pusat.

Kata Hamid, masyarakat Kabupaten Bekasi sebenarnya butuh lokasi untuk berkumpul dan bersosialisasi. Karena saat ini masih jarang, sehingga masyarakat memanfaatkan komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi sebagai tempat untuk menunggu berbuka puasa.

“Memang sudah ada taman-taman tapi menurut saya tidak berfungsi seharusnya pembangunan taman melihat kebutuhan di mana masyarakat bisa menjangkau,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno, mengatakan hiasan payung gantung untuk penyambutan pelantikan bupati dan wakilnya. Namun meski pelantikan sudah selesai, warga tetap tertarik dengan hiasan tersebut.

“Kita sih tidak melarang untuk foto-foto atau mau duduk-duduk di depan pemda tapi satu jangan dirusak tamannya harus jaga bersama-sama,” katanya.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNJ bertemu dengan Menkopolhukam Wiranto, Rabu (16/8/2017). (Foto: Ist)

IKA UNJ Audiensi dengan Menkopolhukam

IKATAN Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bertemu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto yang dipimpin Juli Ardiantoro, …