KONI Kabupaten Bekasi Diminta Buka Mata untuk Cabor Ini

TINJU SAMSAK : Dua atlet wushu putri Kota Bekasi ini dipastikan bakal tampil di Pra-PON XIX dengan membela daerah yang berbeda. Sumiyati (kiri) dipastikan bakal tampil untuk Wushu Indonesia (WI) Banten, sedangkan Nur Sa’adah (kanan) masih berjuang untuk lolos memperkuat Jabar. IRWAN/RADAR BEKASI

TINJU SAMSAK : Dua atlet wushu putri Kota Bekasi ini dipastikan bakal tampil di Pra-PON XIX dengan membela daerah yang berbeda. Sumiyati (kiri) dipastikan bakal tampil untuk Wushu Indonesia (WI) Banten, sedangkan Nur Sa’adah (kanan) masih berjuang untuk lolos memperkuat Jabar. IRWAN/RADAR BEKASI

PELATIH Wushu sekaligus Muay Thai Kabupaten Bekasi, Bertje Rumangit, meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi buka mata terhadap kondisi dua cabang olahraga (cabor) tersebut.

Pasalnya, peran pengurus cabang (Pengcab) serta dukungan KONI belum all out ditengah target medali yang di bebankan kepada pelatih dan atlet, pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018.

“Kalau sekarang KONI Jangan cuma bicara juara umum namun faktor pendukung tidak diberikan misalnya peralatan. Kita dijanjikan bantuan dari ABT dan itu belum jelas, tau kapan, padahal itu setelah porda,” lanjutnya.

Dirinya juga menegaskan kebutuhan sehari-hari tiap atlet binaan sejatinya menjadi perhatian. Karena, saat ini untuk Pengurus Cabang (Pengcab) dinilai kurang berjalan maksimal.

“Anak-anak di mess saya yang kasih makan. Kalau pengurus hanya mau cari untung mendingan dibuang. Itu yang saya pikir agar KONI buka mata,” tegasnya dengan nada kecewa.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bakal Mundur di Pilgub Jabar, Benarkah?

Ditengah target yang dibebankan dan minimnya perhatian terhadap atlet, bukan tidak mungkin, atlet potensial akan hijrah.

“Atlet binaan, tentu ngancam pindah. Tapi di KONI gak sadar selama enam tahun pembinaan dimana. KONI memberikan pembinaan setelah dapat prestasi, saat pembentukan atlet dimana saja.” tegasnya.

Saat ini kata dia, untuk wushu maupun muay thai, ditarget mampu meraih 20 medali oleh KONI. Namun target tersebut dinilai tidak berbanding lurus dengan perhatian yang diberikan kepada atlet.

“Untuk wushu 10 medali. Kita juga sudah melihat kemampuan wilayah lainnya termasuk Bogor. Kita optimis mencapai itu, namun ada yang harus diperhatikan oleh KONI juga, agar sarana pendukungnya bisa di cukupkan. Terlebih, dalam hal pembinaan,” katanya.

Menanggapi keluhan pelatih, pengurus KONI Kabupaten Bekasi terutama bidang organisasi Hilaudin Yusri, saat coba dihubungi Radar Bekasi, belum bisa dikonfirmasi. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai peran KONI Kabupaten Bekasi terhadap kesejahteraan atlet serta perkembangan tiap pengcab yang ada di Kabupaten Bekasi. (dan/pj/gob)



loading...

Feeds