Belum Gundul, Puluhan PNS Pemkot Dihukum

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) diberi sanksi walikota bekasi usai apel di kantor Pemerintah Kota Bekasi, kemarin. Foto:Yahya/Radar Bekasi

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) diberi sanksi walikota bekasi usai apel di kantor Pemerintah Kota Bekasi, kemarin. Foto:Yahya/Radar Bekasi

PULUHAN Aparatur Sipil Negara (ASN), mendapat hukuman dari walikota Bekasi Rahmat Effendi. Mereka dibariskan secara terpisah dari hadapan ribuan ASN yang menjalani apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (12/6/2017) pagi kemarin.

Mereka yang berasal dari pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) sampai golongan Eselon III tersebut, karena belum menggunduli kepalanya. Ya, mencukur plontos kepala dilakukan oleh seluruh ASN sebagai ungkapan syukur setelah sukses mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.

Pantauan Radar Bekasi (Grup gobekasi.co.id), Pegawai di Dinas Perhubungan (Dishub) mendominasi barisan yang mendapatkan hukuman. Bahkan, akibat tindakan tersebut, Rahmat Effendi memerintahkan kepada setiap Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memimpin anak buahnya berbaris dan setelah itu bergabung dalam barisan.

“Tolong itu kepala dinas pimpin berbaris anak buahnya yang enggak disiplin,” teriak Rahmat melalui pelantang disela apel pagi.

Dia mengatakan, mereka yang tidak mengikuti potong gundul patut dipertanyakan soliditasnya. Pasalnya, dengan membangun soliditas secara tidak langsung mencerminkan efektifnya koordinasi kerja dalam melakukan pembenahan birokrasi.

“Kadisnya udah plontos, bawahannya nggak malu emang. Inti contoh ilustrasi, bukan karena persoalan WTPnya. Tapi ada momen mental yang ingin kita bangun adalah keorganisasiannya,” kata Rahmat.

Rahmat mengatakan, kondisi ini perilaku yang tidak patut dicontoh bagi seluruh anak buahnya. Padahal beberapa waktu lalu sudah diingatkan dalam membangun jiwa kebersamaan dalam melakukan tantangan pekerjaan. Menurutnya, mereka yang belum memotong gundul belum merasa kepemilikan atas kebersamaan bersama pegawai lain.

“Jiwa kebersamaan kepemilikan salam satu organisasi itu sangat penting. Bahwa, kedisiplinan kita ini harus dijaga. Harus sama-sama, kalau enggak mereka tidak mendapatkan optimalisasi pencapaian,” paparnya.

Rahmat pun mengilustrasikan mereka yang tidak memperlihatkan rasa soliditasnya antara pegawai. Kata dia, apabila mereka masuk dalam pasukan perang akan berakibat fatal jika hal tersebut turut terjadi.

“Kalau dalam satu pasukan perang, terus ada teman-teman seperti itu, itu akan hancur semua,” katanya.

Dia mengungkapkan potong gundul bukan persoalan paksaaan, melainkan sebagai langkah mendoktrin kepada mereka dalam membangun soliditas antar unit kerja secara bersama.

“Omong kosong kalau aparatur yang banyak ini tidak di doktrin, tidak diarahkan, dan tidak diberikan masukan dalam penyelesaian tugas dan tanggungjawabnya,” tutup Rahmat.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Bekasi Yayan Yuliana mengungkapkan sebanyak 14 anak buahnya terbukti belum memangkas rambut. Menurutnya, mereka yang tidak menggunduli rambutnya akibat tidak mengikuti aksi solidaritas.

“Padahal sudah berulang kali saya ingatkan untuk ikut mencukur bersama sebagai bentuk solidaritas. Saya sudah sampaikan secara lisan ke sekretaris dan kepala bidang waktu itu,” jelas dia.

Pasca selesainya apel pagi 08.30 WIB, 14 petugas dishub tersebut menjalani hukuman push up dari atasannya. Hukuman tersebut tidak berlangsung lama mengingat mereka tengah menjalani ibadah puasa.

Yayan mengaku telah mengintruksikan kepada 14 pegawai tersebut untuk menggunduli rambut mereka. “Sabtu nanti akan dicek lagi,” kata dia.

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …