Masjid Alam Muaragembong di Antara Mangrove Sejak 1360

Warga berjalan di halaman Masjid Alam di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapanjaya, Muara Gembong, Rabu (7/6). Masjid yang berada ditengah tambak tersebut merupakan masjid tertua yang ditemukan sejak 1360.

Warga berjalan di halaman Masjid Alam di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapanjaya, Muara Gembong, Rabu (7/6). Masjid yang berada ditengah tambak tersebut merupakan masjid tertua yang ditemukan sejak 1360.

TIDAK ada yang tahu persis kapan Masjid Alam yang terletak di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muara Gembong berdiri.

Namun, sejak ditemukannya bangunan tersebut pada tahun 1360 memberikan cerita tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Masjid Alam memang tak seramai aktivitas masjid ditengah kota saat bulan Ramadan tiba. Hanya beberapa warga saja yang memilih menjalankan ibadah selama Ramadan dilokasi tersebut. Mungkin karena akses menuju lokasi tersebut tidak mudah.

Kebetulan, masjid tersebut berada di lokasi yang dikelilingi hutan mangrove . Untuk sampai masjid, harus melewati lautan. Menggunakan sepeda motor cukup beresiko karena jalur yang masih tanah dan sempit.

Namun ada saja warga yang memaksakan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Yusuf (62), Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Masjid Alam mengatakan, tidak hanya warga sekitar, namun beberapa warga dari daerah lain kerap berkunjung dan datang ke Masjid Alam.

Baca juga: Polres Metro Bekasi ‘Berburu’ Geng Motor

Banyak jamaah dari, Wonosobo, Jampang Kulon, Sukabumi, Palembang, Kalimantan, Lampung hingga Medan, menyambangi lokasi tersebut.

“Meskipun tidak menentu (jumlah peziarah) namun ada saja yang datang berkunjung, serta menjalankan ibadah hingga i’tikaf,” katanya.

Suasananya yang tenang, membuat masjid alam dimanfaatkan warga agar bisa menjalankan ibadah dengan khusu dan lebih mendekatkan diri dengan sang pencipta.

“Sampai sekarang dipergunakan untuk ibadah dan sering didatangai peziarah. Posisi masjid ditengah, dan gak ada penduduk. Masjid alam awalnya gak ada yang tau,” terangnya.

Informasi dari pendahulu, saat ditemukan, lokasi masjid hanya terlihat seperti tiang dan dibelakang mimbar terdapat keramik asli. Bahkan, ada koin kuningan sari, yang diperkirakan koin tahun 1360.

Masjid ini juga kerap disambangi pejiarah pada hari-hari tertentu.  Pada bulan Ramadan, masjid itu digunakan sebagaimana mestinya yakni sebagai tempat salat tarawih dan salat lima waktu.

“Kalau ramadan ini tutup (untuk peziarah), hanya tarawih salat lima waktu. Makmumnya juga gak banyak,” tandasnya.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds

menteri-agama-lukman-hakim-kedua-kiri-dan-ketua-mui-kh-maruf-amin-kedua-kanan-jumpa-pers-sidang-isbat-awal-syawal-1438-h-di-kantor-kementerian-agama-jakarta-sabtu-246-foto-ricardojpnncom

Cihuy… Besok Resmi Lebaran

PEMERINTAH resmi menetapkan 1 Syawal 1438 H pada malam ini. Itu berarti, Hari Raya Idulfitri jatuh pada Minggu (25/6/2017). Kepastian …
pengurus-pbnu-melakukan-telekonferensi-dengan-pengurus-pwnu-dan-petugas-rukhyatul-hilal-foto-andrian-gilangjpnncom

Tunggu! Hilal Belum Terlihat

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj melakukan telekonferensi dengan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) dan …
ILUSTRASI - Melihat hilal (jpnn)

Insyaallah Besok Sudah Idulfitri

HARI ini (24/6/2017) sangat mungkin adalah akhir Ramadan 1438 Hijriah. Karenanya, 1 Syawal 1438 H atau Hari Raya Idulfitri akan …