PSSI Sayangkan Flare Menyala di Stadion Wibawamukti

Oknum Bobotoh menyalakan flare dan merangsek masuk ke dalam lapangan usai Persib kalah 2-0 atas tuan rumah Bhayangkara FC. Akibatnya kejadian tersebut, Stadion Patriot juga menjadi incaran aksi vandalisme. (Foto: Radar Bekasi)

Oknum Bobotoh menyalakan flare dan merangsek masuk ke dalam lapangan usai Persib kalah 2-0 atas tuan rumah Bhayangkara FC. Akibatnya kejadian tersebut, Stadion Patriot juga menjadi incaran aksi vandalisme. (Foto: Radar Bekasi)

KETUA Umum PSSI pusat, Edy Rahmayadi, menyesalkan masih adanya penggunaan flare oleh suporter. Hal itu terlihat saat laga uji coba Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 berhadapan dengan Singapura di Stadion Wibawamukti Kamis (8/6/2017).

Pihaknya akan mengevaluasi agar penggunaan flare tidak lagi terjadi, karena jelas dilarang. Dirinya berharap pengamanan bisa diperketat, menghindari suporter yang membawa flare kedalam area stadion.

“Saya menyayangkan masih adanya flare yang menyala. Nah inilah catatan kita, ini nanti kita ingatkan lagi,” ucap Edy saat ditemui usai pertandingan.

Pada pertandingan tersebut, Timnas U-16 Indonesia berhasil meraih kemenangan telak berkat gol yang dibuat oleh Brylian Negietha Dwiki Aldama, Sukra Yatul Fajra, Fadilah Nur Rahman dan Yadi Mulyadi, dengan skor akhir 4-0.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2017, Pemkab Bekasi Tambah 12 CCTV di Jalan Utama

“Untuk mengantisipasi ini sebetulnya yang bertanggungjawab yang ada disini, ya nanti kita ingatkan lagi,” imbuhnya.

Penggunaan flare memang dilarang keras baik dipertandingan lokal maupun internasional. Indonesia sempat dikenakan sanksi pada 2016 di piala AFF, akibat suporter yang menyalakan flare.

Indonesia dikenakan denda oleh AFC hinga pembayarannya di cicil oleh PSSI. Bisa jadi, jika hal tersebut terulang, Indonesia akan terancam denda yang lebih besar dan bermain tanpa penonton. (dan/pj/gob)



loading...

Feeds