Catat! Batas Anak Masuk SD Berusia 7 Tahun

Sejumlah siswa Taman Kanak-Kanak saat berbaris ketika akan masuk kedalam kelas. Disdik Kota Bekasi meminta, orang tua tidak memaksakan anaknya untuk masuk sekolah. Foto: Istimewa/GoBekasi

Sejumlah siswa Taman Kanak-Kanak saat berbaris ketika akan masuk kedalam kelas. Disdik Kota Bekasi meminta, orang tua tidak memaksakan anaknya untuk masuk sekolah. Foto: Istimewa/GoBekasi

PEMERINTAH telah menetapkan bahwa batas anak masuk sekolah dasar (SD)  berusia 7 tahun. Jika kurang dari usia yang telah ditentukan, maka harus mendapat rekomendasi dari sekolah Taman Kanak-Kanak.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kota Bekasi, KrismanIrwandi mengatakan dalam petunjuk teknis maupun pelaksana memang mengharuskan siswa SD berusia minimal tujuh tahun. Adapun menerima siswa di bawah usia tersebut, dikarenakan sekolah yang kekurangan siswa.

“Maksimum 40 siswa, kalau kurang ya silahkan saja, tetapi dengan catatan kalau usia si anak sudah mencapai usia enam tahun Sembilan bulan, di bawah itu tidak diperkenankan,” ujarnya.

Meski diperbolehkan mendaftar, namun siswa tersebut diharuskan memiliki rekomendasi dari TK atau intansi terkait. Hanya saja,posisinya berada dalam daftar tunggu. Karena pihaknya lebih memprioritaskan yang sudah genap mencapai tujuh tahun.

“Boleh kalau rombongan belajar kurang, tetapi mereka menunggu, tidak langsung diterima seperti anak yang sudah tujuh tahun, dan mereka juga harus ada sertifikat atau rekomendasi terkait, baru kalau kurang siswa kita masukkan,” terangnya.

Sejauh ini sendiri, pihaknya sudah mendapatkan laporan terjadi cekcok antara calon wali murid dengan pihak sekolah. Di mana, karena merasa sudah lulus TK, calon wali murid bersikeras agar anaknya tersebut dapat diterima bersekolah.

“Ada beberapa laporan dari sekolah yang cekcok karena itu, tetapi karena sudah peraturan ya bagaimana lagi? Terlebih rata-rata mereka baru genap berusia enam tahun,” bebernya.

Baca Juga: Fans Real Madrid, Siap-siap Jarang Lihat Cristiano Ronaldo Bermain

Oleh sebab itu, pihaknya berharap calon wali murid juga dapat memaklumi serta tidak memaksakan anaknya untuk bersekolah. Karena selain sudah ada peraturan, psikologis anak usia tersebut juga masih kurang untuk menerima pembelajaran.

“Kita bikin aturankan karena dasar pertimbangannya sudah ada, makanya saya minta orang tua siswa tidak terlalu ngotot, toh kalau memang sudah sesuai dengan aturan, mereka pasti keterima kok,” tutupnya.

Untuk mendaftarkan anaknya, wali murid sendiri harus mengantarkan berkas-berkas umum yang diperlukan seperti akta kelahiran, kartukeluarga, dan lainnya. Adapun sertifikat ataupun lainnya, hanya sebagai dokumen pendukung.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN Margahayu VI, Euis Surtiyamah membenarkan kalau dalam peraturan diharuskan berusia tujuh tahun atau lebih.

Sekalipun berada di bawah usia tersebut, calon siswa diharapkan menunggu adanya bangku kosong terlebih.
“Memang minimal harus tujuh tahun, sekalipun masih kosong kelasnya, mereka bisa masuk tetapi berada di usia enam tahun sembilan bulan dan ada dokumen pendukung,” ucapnya.

Sejauh ini, Euis sendiri mengaku belum ada calon siswa yang berusia kurang dari tujuh tahun. Walau dirinya tidak menjamin satu kelas berisi 40 siswa, dirinya akan kembali berkoordinasi dengan pihak dinas terkait.

“Kalau seandainya banyak yang enam tahun dan kuota belum terpenuhi,kita akan coba koordinasi dengan dinas dulu, akan dibuka kembali atau tidak,” pungkasnya. (ich/pj/gob)



loading...

Feeds