Lah… Ditanya Soal Jembatan Muaragembong, Kepala Dinas PUPR Kabur

Jembatan Kampung Bagedor, Desa Pantaiharapan Jaya, Muaragembong, Minggu (13/3/2017). Jembatan mengalami amblas pada kedua sisinya. (Foto: Raiza Septianto/Radar Bekasi)

Jembatan Kampung Bagedor, Desa Pantaiharapan Jaya, Muaragembong, Minggu (13/3/2017). Jembatan mengalami amblas pada kedua sisinya. (Foto: Raiza Septianto/Radar Bekasi)

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Adang Sutrisno, cuek menanggapi rencana DPRD yang akan membentuk panitia khusus (pansus) Jembatan Bagedor. Pembentukan pansus itu didasari adanya dugaan penyelewengan pembangunan jembatan tersebut.

“Saya gak tahu kalau masalah Jembatan Bagedor mau dibikin pansus,” kata Adang saat ditemui usai menghadiri rapat di komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (8/6/2017).

Adang mengaku tidak menerima informasi soal pemberitahuan soal rencana pembentukan pansus Jembatan Bagedor. Ia juga mengaku tidak tahu jika pembangunan jembatan tersebut menjadi polemik.

“Yang mau bikin pansusnya siapa?,” tanyanya.

Disinggung adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunan jembatan yang berlokasi di Kecamatan Muaragembong itu, Adang enggan menjawab dan langsung kabur masuk ke dalam mobilnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar, mengatakan masih menunggu hasil kesepakatan dari komisi III yang yang sedang mengivestigasi dugaan penyimpangan pembangunan jembatan yang menelan anggaran Rp5,6 miliar tersebut.

“Kita masih menunggu tindaklanjut dari komisi III seperti apa, karena mereka yang melakukan pengawasan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Sunandar setuju jika dibentuk pansus Jembatan Bagedor agar persoalan tersebut menjadi terang benderang, meski kasus ini masih diselidiki oleh Polres Metro Bekasi, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

“Saya mah setuju saja kalau memang banyak yang meminta dan itu (Pansus Jembatan Bagedor) memang dibutuhkan,” katanya.
Pembangunan Jembatan Bagedor disoal banyak pihak. Pasalnya, pembangunan jembatan ini dinilai tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Jembatan ini dibangun lebih pendek dari permukaan air Sungai Citarum. Padahal, setiap hari banyak nelayan lalu-lalang di sungai tersebut. Keberadaan jembatan itupun dikeluhkan nelayan karena mengganggu lalu lintas perahu.

Dugaan penyimpangan pembangunan jembatan ini kini sedang diselidiki Polres Metro Bekasi, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …
Ilustrasi suspect difteri. (Foto: Ist)

Penderita Difteri di Kota Bekasi Bertambah

PENDERITA Difteri di Kota Bekasi bertambah. Sedikitnya 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah …