Lihat Nih, DPRD Kota Bekasi Temukan Sejumlah Produk Tak Berlabel Halal

Komisi III DPRD Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak kesejumlah toko ritel , dan pasar modern di Kota Bekasi, Kamis (8/6/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi

Komisi III DPRD Kota Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak kesejumlah toko ritel , dan pasar modern di Kota Bekasi, Kamis (8/6/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi

KOMISI III DPRD Kota Bekasi menemukan sejumlah makanan kemasan yang tidak berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Makanan-makanan itu, ditemukan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman di sejumlah toko ritel dan Pusat Perbelanjaan di Kota Bekasi.

Diantaranya Mall Citra Grand, Jatisampurna, Plaza Cibubur, Jatisampurna, Summarecon Mall Bekasi, dan banyak lainnya. Selain itu juga, Komisi III mencari kemungkinan makanan dan minuman kadaluarsa.

Sesaat setelah tiba, mereka langsung memeriksa sejumlah makanan dan minuman untuk mengecek apakah barang tersebut sudah memasuki masa expaire. Mereka juga memeriksa produk yang belum mencantumkan label halal.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang-barang kadaluarsa. Namun kita masih menemukan produk makanan dan minuman yang belum memiliki sertifikat halal. Hususnya produk dari cina,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Machrul Falak Hermansyah, Kamis (8/6/2017).

Senada, Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Sodikin menjelaskan, terkait masih banyaknya produk yang belum memili label halal, supaya pemerintah lebih gencar dan sungguh-sungguh mensosialisasikan sertifikasi halal.

“Biar konsumen terjamin,” kata Politisi Partai Demokrat ini.

Baca Juga: Nah Lho… 4 Oknum Ormas Kepergok Minta THR ke Sejumlah Minimarket

Menurut dia, makanan kemasan yang tidak memiliki label halal MUI tersebut antara lain, mi instan, baik yang kemasan bungkus plastik maupun gelas, juga ada beberapa minuman. “Semuanya merupakan makanan kemasan produk impor,” ungkapnya.

Selain itu, Komisi III juga menemukan ada makanan yang kemasannya rusak.” Untuk yang rusak ini, kami minta agar tidak dipasang di etalase lagi, karena dapat merugikan konsumen,” ucapnya.

Sementara, terkait makanan yang tidak memiliki label halal dari MUI, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut juga berkoordinasi dengan dinas terkait.

Sebab, sesuai ketentuan undang-undang perlindungan konsumen, setiap produk makanan dan minuman harus mencantumkan label halal dari MUI.

“Kami akan berkoorinasi dengan MUI Kota Bekasi juga dinas terkait. untuk menindaklanjuti temuan makanan yang tidak terdapat label halal ini,” ujarnya.

Demi meyakinkan konsumen terhadap produk yang memiliki label halal, dirinya mengimbau, agar MUI bekerja sama dengan pihak berwajib melakukan pemantauan atau sidak supaya label halal yang dipakai tak disalahgunakan.

“Pemantauan harus terus dilakukan, lakukan pengecekan semua bahan baku dan bahan makanan yang didapatkan,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds