Disnaker Kota Bekasi Mulai Sosialisasikan THR ke Perusahaan

(Ilustrasi) Seorang warga keluar dari kantor Pemkot Bekasi yang tidak mengeluarkan THR ribuan TKK di Kota Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Seorang warga keluar dari kantor Pemkot Bekasi yang tidak mengeluarkan THR ribuan TKK di Kota Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

KEMENTRIAN Tenaga Kerja (Kemenaker) menginstruksikan, tunjangan hari raya (THR) wajib diberikan oleh pengusaha pada seluruh pekerjanya maksimal H-7 Lebaran. Bila tidak, ada sanksi tegas yang diberikan.

Ketentuan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.

Demikian ditegaskan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Sudirman. Dia mengaku, Disnaker Kota Bekasi baru saja menerima surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk mentaati peraturan tersebut.

“Pemberian THR paling telat H-7. Edarannya baru kami terima, minggu ini akan kami sebarluaskan kepada perusahaan-perusahaan,” kata dia.

Dia mengatakan setiap perusahaan sebaiknya segera menyiapkan anggaran supaya menjelang hari pencairannya tidak keteteran.”Siapkan saja jauh-jauh hari. Jangan mendadak ya, minimal dari sekarang,” jelas dia.

Menurutnya, pencairan THR merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk memberikan kepada para pekerjanya sebagai bentuk ganjaran atas kinerja tenaga kerjanya. Namun jika dalam perjalanannya terdapat perusahaan yang terbukti tidak memberikan tunjangan sesuai dengan peraturan kementerian, pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

“Bentuk sanksinya seperti apa, ini yang sedang kami persiapkan,” tegas dia.

 

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds