Waduh… Polisi Pondokgede Bonyok Dikeroyok 6 Debt Collector

ANGGOTA Polisi Lalu Lintas Pondok Gede, Brigadir Karlos Infantri, menjadi korban pengroyokan oleh 6 orang debt collektor, Selasa (6/6/2017) kemarin.

Pengroyokan yang dialami Karlos, terjadi di Jalan Raya Jatimakmakmur, Kecamatan Pondok Gede. Akibatnya, ia menderita luka memar di wajah dan kepala.

Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing, menjelaskan, kalau saat itu Karlos sedang melintasi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Kala itu, Karlos melintas saat sedang berpakaian preman menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max B 4589 KAO.

“Lalu, diberhentikan oleh enam orang tidak dikenal,” kata dia, Rabu (7/6/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Kepada Karlos, para pelaku mengatakan bahwa sepeda motor yang dikendarainya bermasalah.  Namun, Karlos menyangkal. Dia juga mengatakan dirinya anggota Polri.

“Namun pelaku memaksa mengambil sepeda motor, karena korban bertahan akhirnya dikeroyok,” kata Erna.

Di saat bersamaan melintas seorang anggota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Brigadir Dua Roy Fahruddin.  Bintara polisi itu berupaya melerai pertikaian tersebut.

“Para pelaku melarikan diri, bahkan sepeda motor yang dipakai ditinggal di lokasi,” kata Erna.

Karlos kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondok Gede untuk ditindaklanjuti.

“Korban sudah mendapatkan visum sebagai bukti penganiayaan,” kata Erna.

Saat ini, polisi masih menyelidiki pengeroyokan tersebut.

Polisi berupaya mengidentifikasi pelaku melalui sepeda motor yang tertinggal di lokasi.

Dua sepeda motor pelaku yang tertinggal itu adalah Yamaha Mio warna merah F-4028-LW, dan Yamaha mio warna merah B-3501-SNE. Dari keterangan Karlos, diduga para pelaku merupakan kelompok debt collector yang hendak menarik sepeda motor.

“Ada sekitar 10 orang, kami masih mencarinya,” tandas dia. (kub/gob)



loading...

Feeds