Kemdikbud Telah Salurkan 7,6 Juta Kartu Indonesia Pintar

Narasumber tengah menjelaskan tentang ilmu jurnalistik kepada para pelajar SMK Assa'datul Abadiyah, Desa Jayasakti, Muaragembong, Minggu (21/8/2016). (Foto: Yahya untuk GoBekasi.co.id)

Narasumber tengah menjelaskan tentang ilmu jurnalistik kepada para pelajar SMK Assa'datul Abadiyah, Desa Jayasakti, Muaragembong, Minggu (21/8/2016). (Foto: Yahya untuk GoBekasi.co.id)

SEBANYAK 7.685.289 Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah disalurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) per 6 Juni 2017. Jumlah ini mencapai 50 persen dari target 17.927.308.

Data Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) ‎menyebutkan, pada jenjang pendidikan SD telah tersalurkan 3.996.786 siswa, 2.284.279 siswa SMP, 716.108 siswa SMA, dan 688.116 siswa SMK.

Menurut ‎Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, R. Alpha Amirrachman, tahun 2016 pemerintah telah menyalurkan bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 19.221.111 sis‎wa dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Target penerima manfaat PIP 2016 sebanyak 17.927.308 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Kenapa ada peningkatan jumlah siswa penerima? Karena ada penambahan alokasi. Jadi ada anak yang hampir lulus juga diberikan sehingga satu alokasi diberikan ‎untuk dua siswa. Meski jumlah siswa penerima banyak tapi dari jumlah anggaran sama alias tidak bertambah,” papar Alpha dalam diskusi kebijakan pendidikan dan kebudayaan di Kantor Kemendikbud, Rabu (7/6).

Dia menambahkan, untuk jenjang SD dari target 10.360.614 siswa, Kemendikbud berhasil menyalurkan dana manfaat PIP kepada 10.927.652 siswa. Jenjang SMP dari target 4.369.968 siswa berhasil disalurkan kepada 4.797.073 siswa.

Sedangkan realisasi penyaluran pada jenjang SMA sebanyak 1.655.080 siswa dari target 1.367.559 siswa. Untuk jenjang SMK, yang disalurkan 1.841.306 siswa dari target 1.829.167.

“Untuk mendapatkan data sasaran penerima manfaat PIP secara akurat, Kemendikbud menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikoordinasikan dengan data dari Kementerian Sosial, dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” ujar Alpha.

Sekjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Di‎kdasmen) Thamrin Kasman menambahkan, tujuan PIP untuk membantu anak usia sekolah dan keluarga miskin melanjutkan sekolah sampai lulus dari jenjang pendidikan menengah. Di samping membantu anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali sekolah. (esy/jpnn/gob)



loading...

Feeds