8 Desa di Tarumajaya Bakal Jadi Kawasan Industri

(Ilustrasi)  Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan pabrik di kawasan industri di Cibitung, Jumat (1/4). Meski pembangunan industri, namun investor mengeluhkan mahalnya harga lahan di Kabupaten Bekasi.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan pabrik di kawasan industri di Cibitung, Jumat (1/4). Meski pembangunan industri, namun investor mengeluhkan mahalnya harga lahan di Kabupaten Bekasi.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

KAWASAN industri bakal bertambah di Kabupaten Bekasi. Lokasi yang dipilih ialah di Kecamatan Tarumajaya. Sebanyak delapan desa di kecamatan ini akan disulap menjadi ‘kampung pabrik’.

Penambahan jumlah kawasan industri ini tertuang dalam Raperda Rencana Detail Tata Ruang Wilayah (RDTR) Wilayah I dan IV. Raperda yang sudah disahkan itu kini menunggu hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat.

Ketua Pansus Raperda RDTR Kabupaten Bekasi, Taih Minarno, mengatakan kawasan industri di Tarumajaya nantinya akan seperti di Cikarang Selatan. Jika rencana ini terwujud, maka di Kabupaten Bekasi akan ada sembilan kawasan industri.

Selain di Tarumajaya, kawasan industri ini nantinya juga akan menyasar ke Babelan.

“Babelan ada tapi sedikit, kalau Tarumajaya ada nanti semua desa menjadi kawasan industri,” katanya.

Menurut Taih, penambahan kawasan industri ini sudah melalui kajian menyeluruh. Penambahan ini juga sudah dibahas oleh pihak yang berkepentingan. Hasil dari kajian, Tarumajaya dipilih menjadi lokasi kawasan industri selanjutnya karena dianggap strategis dan berbatasan dengan Jakarta Utara.

“Karena kan berdekatan langsung dengan ibu kota. Bahkan sebenarnya Tarumajaya ini lebih strategis dari Cikarang. Selain itu kan lebih dekat ke pelabuhan sehingga memudahkan dunia industri, khususnya di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Keberadaan kawasan industri baru ini, diharapkan banyak menarik investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Bekasi. Kata Taih, Tarumajaya juga dipilih menjadi kawasan industri karena lahannya yang tandus dan sulit mengembangkan sektor pertanian.

“Kami juga pastikan dalam aturannya, keberadaan kawasan nantinya jangan sampai merusak lingkungan, apalagi dekat dengan pantai. Tapi kalau dilihat, di Bali itu terdapat industri-industri yang dekat dengan laut tapi kelestarian alamnya tetap terjaga. Maka ini pun harus diterapkan di Tarumajaya,” katanya.

Dalam pembangunan kawasan industri baru ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi dan DPRD hanya menyediakan lahan. Sedangkan pembangunannya menjadi kewenangan investor.

“Nanti tinggal menunggu pengembang yang akan membuat kawasan di sana. Karena sekarang tidak boleh ada pabrik di luar kawasan. Jadi pabrik boleh dibangun asalkan ada kawasannya dulu,” ujarnya.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds