Soal Ujaran Kebencian Bocah Bekasi Utara, Ini Kata Kapolres

KEPALA  Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Hero Bachtiar Henriyanto, angkat bicara mengenai kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh BSS (15).

Kala itu, Kamis (1/6/2017). BBS memposting komentar di akun Facebook dengan nada SARA. Komentar itupun menjadi bola panas buat BBS. Tak khayal, kediamannya yang berada di bilangan Bekasi Utara, langsung digeruduk Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Hero menjelaskan, peristiwa tersebut sudah tertangani di meja penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota setelah Polsek Bekasi Utara menyerahkan BBS belum lama ini. Ia diserahkan pintaan dari Ormas untuk dieksekusi secara hukum.

Selama 1×24 jam, BBS diperiksa dan memberikan pengakuan. Ia mengaku, kalau postingan komentarnya di media sosial adalah spontanitas yang tidak tahu dampak belakangnya.

“Setelah diperiksa, yang bersangkutan mengaku hanya memposting komen status di medsos atas dasar spontanitas, tanpa memikirkan efek di belakangnya,” kata dia, usai melakukan buka puasa bersama dengan wartawan, Senin (5/6/2017).

Saat ini, kata Hero, pihaknya sudah memulangkan BSS ke orangtuanya dengan alasan masih di bawah umur. Namun, penyelidikan bukti atas kasus tersebut tidak berhenti.

Baca Juga: Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Bekasi Utara Dilaporkan ke Polisi

Mulanya, penyidik melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap telepon genggam milik BBS. Namun, tidak ditemukan bukti tulisan yang dikeluarkan melalui Handphone BBS.

Tidak berhenti disitu, lanjut Hero, pihaknya juga terus menelusuri dengan melakukan pemeriksaan secara forensik terhadap lima telepon genggam yang ada di kediamannya.

“Lima ponsel dari keluarga kami amankan untuk mencari bukti-bukti dengan melakukan pemeriksaan Digital Forensik,” ujar dia.

Ia menegaskan, peristiwa yang sempat diramaikan oleh kehadiran ormas di rumah BSS tidak sampai mengarah ke tindakan persekusi.

“Tindakan ormas yang menggeruduk rumah BSS tidak sampai ke ranah persekusi, karena tidak ditemukan adanya intimidasi yang dilakukan kelompok tersebut, namun BSS memang terbukti melakukam ujaran kebencian di medsos,” tandas dia (kub/gob)



loading...

Feeds