Ratusan Ton Besi Freeport Singgah di Bekasi, Ternyata…

Sejumlah pekerja memasang rangka besi cor untuk peninggian tanggul di samping bantaran Sungai Bekasi, Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (14/11). Foto : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

Sejumlah pekerja memasang rangka besi cor untuk peninggian tanggul di samping bantaran Sungai Bekasi, Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (14/11). Foto : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

RIBUAN ton besi yang berasal dari Freeport singgah di Kota Bekasi. Besi tersebut kini menjadi polemik berkepanjangan. Pasalnya, besi itu disebut-sebut sebagai hibah masyarakat tujuh suku di Papua.

Kendati, pihak yang mengklaim atau kelompok Papua itu tidak bisa mengambil dengan cuma-cuma. Sebab, statusnya ternyata sudah ditangani oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Besi tua ini berstatus sebagai barang bukti Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena keabsahan administrasi kepemilikannya masih di pertanyakan,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hero Henrianto Bahtiar, Senin (5/6/2017).

Menurut dia, barang bukti itu sejak April 2017 telah diamankan di sebuah gudang di kawasan Bekasi Selatan.

Pihaknya berencana akan mengumpulkan sejumlah pihak terkait dari kelompok Papua, Bea dan Cukai, Bareskrim serta perwakilan Freeport untuk memastikan status kepemilikan dari besi tersebut.

“Akan diatur jadwal ulang rencana verifikasi terhadap bukti itu. Kalau diyakini besi itu merupakan milik dari kelompok Papua, akan kita lihat nanti faktanya. Dalam waktu dekat kita undang pihak yang merasa memiliki barang itu,” katanya.

Penyitaan besi bernilai miliaran rupiah itu berawal saat polisi  menerima informasi ada proses pengiriman besi dari Tangerang ke Bekasi.

“Selanjutnya kita geledah dan ternyata barang tersebut berstatus barang bukti Bareskrim. Kita justru bantu Bareskrim mengamankan barang bukti,” katanya.

Hero menambahkan, sebelum muncul kesepakatan bersama pihak terkait, barang bukti itu dipastikan tidak bisa keluar dari kewenangan polisi.

“Kalau tidak ada kesepakatan, barang ini tidak bisa keluar, sebab kita cari kebenaran siapa pemiliknya dan untuk apa pemanfaatannya,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Suku Papua, Markus Wenda, mengatakan besi tua itu merupakan hibah yang diberikan Freeport kepada perwakilan tujuh suku Papua di wilayah Bekasi.

Hal itu dikatakannya saat menyambangi Mapolrestro Bekasi Kota di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan bersama sejumlah perwakilan suku lainnya.

“Besi ini hibah dari Freeport untuk masyarakat Papua,” tutur dia.

Markus mengatakan bahwa hibah itu merupakan kompensasi atas hak pendidikan dan kesejahteraan warga Papua akibat eksploitasi alam Papua oleh perusahaan asing. (kub/gob)



loading...

Feeds