Pemkot Bekasi Tambah 5 Unit Armada Damkar

GEDUNG BARU: Petugas Damkar Kabupaten Bekasi sedang mengecek kendaraan di Pos Damkar di Gedung Juang Tambun Selatan, Rabu (14/1). CF6/RADAR BEKASI

GEDUNG BARU: Petugas Damkar Kabupaten Bekasi sedang mengecek kendaraan di Pos Damkar di Gedung Juang Tambun Selatan, Rabu (14/1). CF6/RADAR BEKASI

PEMERINTAH Kota Bekasi menambah koleksi mobil operasional dinas kebakaran sebanyak 5 unit.
Kedatangan kendaraan operasional baru ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 Kota Bekasi sebesar 7,5 miliar.
Kepala Perlengkapan Setda Kota Bekasi, Udy Subiadi, menjelaskan, suntikan armada operasional tersebut, untuk menambah kekuatan yang selama ini dinilai masih belum mencukupi.
Selain itu, spesifikasi mobil operasional baru lebih kecil dibanding unit yang lama.
“Kapasitasnya ini 3 ribu liter, kalau koleksi yang lama itu 5 ribu liter dengan nilai Rp 1,5 miliar per unit,” ujar Udy, Senin (5/6/2017).
Mobil operasional tersebut memiliki keunggulan dalam melewati medan yang sulit ditembus jika terjadi peristiwa kebakaran dilokasi padat penduduk.
Dibanding dengan kekuatan armada sebelumnya, unit kali ini dapat menerobos jalur sempit.
“Karena mobilnya lebih ramping,” kata dia.
Udy menambahkan, mobil tersebut sudah melalui uji spesifikasi sehingga daya kekuatan dilapangan dinilai sesuai dengan kondisi tata letak Kota Bekasi.
Karena itu, tambahan ini diharapkan menjadi pelengkap sarana dan prasarana untuk mengatasi bencana kebakaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran Kota Bekasi, Aceng Solahudin, menjelaskan penambahan mobil operasional tersebut sangat membantu jumlah armada yang saat ini masih mengalami kekurangan.
Lembaganya saat ini baru memiliki 10 mobil operasional sebagai kendaraan yang sudah terpakai bertahun-tahun.
“Tambahan ini jadi 15 unit, dua diantaranya (mobil operasional lama) sedang diperbaiki,” kata dia.
Dia mengatakan, selama ini petugasnya kerap mengalami kendala lapangan karena kondisi jalur yang dilewati kendaraan operasional dinas kebakaran tidak mencupkupi.
Tak ayal, penambahan tersebut akan menjadi solusi jika terjadi kebakaran di medan yang sulit dijelajahi.
“Terutama di gang-gang sempit selama ini kami mengalami kesulitan, karena yang 5 ribu liter sangat besar, berbeda dengan yang 3 ribu liter,” jelasnya.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, mengatakan keberadaan mobil operasional tersebut cocok untuk wilayah Kota Bekasi.
“Karena kita ini masuk ke daerah kumuh. Jadi ya pantang pulang sebelum padam ya,” kata pria akrab disapa Pepen.
Ia menambahkan, selama ini kebakaran yang terjadi kerap sulit ditangani karena medan yang tak sebanding dengan besarnya mobil kendaraan.
Pepen pun berharap mobil operasional yang ideal bisa diperbanyak.
“Ini harus diperbanyak. Nah saya berharap hal-hal yang seperti ini dikaji betul sehingga penggunannya sangat tepat pada kondisi medan,” tandas dia. (kub/gob)


loading...

Feeds