Ada Apa Nih… Jawara Bekasi dan Keturunan Tionghoa Berkumpul di Gedung Juang

Jejaka Bekasi bersama dengan turunan Tionghoa Bekasi raya saat melakukan dialog terkait santernya isu perpecahan dalam skala nasional bertepan dengan Hari Pancasila di Gedung Juang, Tambun Selatan, Kamis (1/6/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah

Jejaka Bekasi bersama dengan turunan Tionghoa Bekasi raya saat melakukan dialog terkait santernya isu perpecahan dalam skala nasional bertepan dengan Hari Pancasila di Gedung Juang, Tambun Selatan, Kamis (1/6/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah

DALAM rangka memperingati hari lahirnya Pancasila Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Bekasi. Berkumpul bersama dengan keturunan Tionghoa Bekasi Raya, di Gedung Juang, Tambun Selatan, Kamis (1/6/2017).

Ketua Umum Jawara Jaga Kampung (Jajaka), Damin Sadda, mengatakan tujuan terlaksana silaturahmi Jawara Bekasi dengan keturunan Tionghoa bagaimana bisa memaknai Pancasila yang sesungguhnya.

Damin berharap, silaturahmi yang sudah dijalin secara bersama bisa membangun Bekasi dalam rangka dengan perdamaian.

“Di nasional isu perpecaahan sedang ramai, namun kami disini bertekad masalah yang ada di nasional tidak merembet ke Bekasi. Karena sejak ngkong saya belum pernah ada sejarahnya ada perpecahan antara Jawara dengan keturunan Tionghoa,” kata dia.

Baca Juga: Masyarakat Diajak Perangi Terorisme dengan 3 Poin Ini Selama Ramadhan

Damin menjelaskan, perkumpulan Jawara dengan keturunan Tionghoa tidak hanya berenti disini. Melainkan bisa menjaga keamanan dan kondusifitas, serta menebar perdamaian di lingkungan masyarakat.

“Kondisi yang saat sedang terjadi membuat masyarakat dibikin kurang nyaman. Kaarenaa begitu banyak pemberitaan pertikaian dan teror, tapi dengan ini kami nyatakaan bersama TNI, Polri. Di Hari Pancasila mari kita ciptakan kedamaian dilingkungan masyarakat,” ajaknya.

Ditempat sama, tokoh Tionghoa Bekasi Raya, Rony Hermawan, mengatakan segala sesuatu yang dilakukan dengan niat positif dan baik. Ia berpendapat Bekasi tetap aman dan kondusif, serta permasalahan isu nasional tidak terjadi di Bekasi.

“Bineka Tunggal Ika itu makanya berbeda-beda tetap satu juga. Tidak pernah ada sejarahnya ada polemik antara orang Bekasi dengan Tionghoa. Oleh sebab itu yang sudah indah ini mari kita jaga bersama,” tandas dia.(kub/gob)



loading...

Feeds