Hah, di Kabupaten Bekasi Banyak Lahan Pemakaman Umum Hilang?

(Ilustrasi) Calon kades Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur membersihkan TPU Uyut Goni dalam rangka berkampanye, Selasa (28/4). FOTO: Andi Saddam/GoBekasi

(Ilustrasi) Calon kades Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur membersihkan TPU Uyut Goni dalam rangka berkampanye, Selasa (28/4). FOTO: Andi Saddam/GoBekasi

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi diminta menata aset berupa Tempat Pemakaman Umum (TPU). Karena saat ini disinyalir banyak lahan TPU yang hilang tidak jelas keberadaannya.

Lahan TPU banyak berasal dari pengembang yang berupa fasos fasum. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta mendata, mengiventarisir dan menata aset tersebut karena rawan hilang.

“Itulah sebabnya kenapa saat ini ada banyak lahan TPU yang hilang dan lain sebagainya. Karena tidak jelas batas waktu penyerahannya, bahkan bisa jadi yang sudah dikasih pun jadi hilang, entah ada di mana,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Yudhi Dharmansyah.

Baca juga:

PPDB SMA/SMK 2017-2018 di Jawa Barat Mulai Dibuka

Satgas Pangan Kabupaten Bekasi Belum Telusuri Dugaan Penimbunan Barang

8 Remaja Bawa Senjata Malam-malam, Polsek Bekasi Selatan Gerak Cepat, Nih Bocahnya…

Disinggung adanya kongkalikong antara pihak pengembang dengan oknum pegawai Pemerintah Kabupaten Bekasi, Yudhi tak menampiknya.

”Tetapi yang saya lihat lebih kepada penyebab terjadinya hal itu, dari celah mana oknum ini bermain sehingga bisa mengelabui aset pemerintah,” ujarnya.

Berawal dari persoalan itu, komisi I mengusulkan perda insiatif tentang fasos fasum dan pengelolaannya. Kata Yudhi, perda tersebut secara umum untuk menutup celah bagi oknum dan pegembang nakal yang ingin menghilangkan aset daerah.

”Artinya kan ada celah dari peraturan-peraturan yang ada. Sehingga dengan adanya perda ini kita coba perbaiki aturannya, kita tutup celah-celahnya,” katanya.



loading...

Feeds