Pemkot Bekasi Beri Peringatan untuk The Jakmania

(Ilustrasi) Hampir saja kerusuhan terjadi ketika supporter The Jak Mania melemparkan kembang api ke sisi lapangan saat laga Persija vs Barito Putera berlangsung, Sabtu (22/4/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi

(Ilustrasi) Hampir saja kerusuhan terjadi ketika supporter The Jak Mania melemparkan kembang api ke sisi lapangan saat laga Persija vs Barito Putera berlangsung, Sabtu (22/4/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/GoBekasi

PEMERINTAH Kota Bekasi memberi peringatan kepada panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija Jakarta kontra Arema FC dalam lanjutan liga 1, di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (2/6/2017) mendatang.

Hal ini buntut dari kericuhan supporter Tha Jakmania diluar Stadion Patriot. Kala itu, terjadi gejolak antara pendukung klub berjuluk Macan kemayoran dengan sekelompok orang di luar pertandingan kontra Bali United, beberapa waktu lalu.

“Sudah kami panggil, ada dua orang yang datang waktu itu. Pertemuan itu sekaligus mengingatkan agar pertandingan lawan Arema tidak ada gesekan apapun,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Muhammad Ridwan saat dihubungi GoBekasi.co.id, Senin (29/5/2017).

Meski demikian, kata Ridwan, Pemerintah Kota Bekasi masih memberikan kesempatan agar panpel Persija Jakarta, dapat mengakomodir dan mengkondusifkan para The Jakmania di wilayah Kota Bekasi.

Jakmania diprediksi, akan berbondong-bondong mendatangi stadion patriot untuk mendukung laga kontra tim berjuluk Singo Edan. Apalagi Persija tak kunjung meraih poin penuh kala menjalani laga kendang.

Luapan emosi bisa meledak jika persiapan teknis tak berjalan mematang. Bukan tidak mungkin, kejadian pekan lalu dapat terulang jika Panpel Persija tak segera belajar mengantisipasi serbuan ribuan kedua suporter, baik Jakmania maupun Aremania.

Masalahnya, selama menjalani empat laga kandang banyak penonton yang tidak memiliki tiket dapat melenggang masuk. selalu saja ada penonton yang memanfaatkan akses jebolan atau masuk tanpa tiket. Hingga tribun yang sebelumnya tak terisi sampai dipenuhi oleh suporter.

Adapun jumlah penonton laga kendang Persija menjadi yang terbanyak diseluruh pertandingan Liga I. Rinciannya, Persija vs Barito Putera 27.707, Madura United 25.400, Mitra Kukar 26.120, Bali United, 23.200.

Hal itu juga yang menjadi perhatian khusus Ridwan. Dia khawatir jika budaya jebolan terus terjadi bisa menyebabkan kerusuhan antara pihak kemananan dengan suporter. Tentunya, yang menjadi pihak paling dirugikan adalah Pemkot Bekasi sebagai penyedia infrastruktur pertandingan.

“Kita melihat kedepan, kejadian dibelakang biarkan, yang penting jangan sampai terjadi kerusuhan lagi. Karena kalau sampai itu terjadi yang dirugikan ya masyarakat Kota Bekasi,” paparnya.

Dia menambahkan, Jakmania harus menyadari jika Stadion Patriot Candrabhaga bukan milik Persija. Sehingga, segala aktifitas di luar dan dalam stadion ketika menjalani pertandingan harus dijaga sepenuhnya.

“Jangan sampai setiap pertandingan ada pemanggilan terus, minimal panpel dan suporter saling menyadari untuk menjaga situasi,” tutup Ridwan. (Cr28/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …