Lokasi Ngabuburit di Tambun? Coba Deh ke Danau Cibereum

Danau Cibereum, Tambun Selatan. (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

Danau Cibereum, Tambun Selatan. (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

DERETAN warung di tepian Danau Cibeureum, Desa Lambangjaya Kecamatan, Tambun Selatan, siang hari masih sepi pengunjung.

Namun kondisi itu akan berbeda bila sudah menginjak sore hari. Lokasi ini bakal dipadati warga yang ingin menikmati kuliner hingga menikmati pemdandangan alam sekitar.

Masuk bulan Ramadan, wilayah ini diprediksi juga bakal dipadati warga yang ingin bersantai sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Selain bebas karcis, lokasi ini juga menawarkan panorama yang menarik, hamparan air danau dan juga akses jalan yang mudah untuk sampai ke lokasi tersebut.

Kasi PMD Kecamatan Tambun Selatan, Tedy Kusnandar menyatakan Danau yang berada di dua desa, yakni Lambangsari dan Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memang menawarkan pemandangan yang eksotis.

Dirinya juga membenarkan bila saat bulan Ramadan tiba, akan banyak pengunjung yang menunggu waktu berbuka puasa di lokasi tersebut.

“Hanya saja, lokasinya memang sedikit jauh dari rumah warga. Perlu ada pegawasan agar saat siang hari bisa menghormati warga yang menjalankan puasa,” ujarnya saat di konfirmasi Radar Bekasi .

Untuk masuk ke Danau Cibeureum tidak ada pintu gerbang keluar-masuk. Pengunjung hanya bisa melalui jalan desa yang sudah dibeton sebagai penanda masuk ke danau tersebut. Lebarnya cukup untuk melintas kendaraan roda empat.

Sampai saat ini, lanjut Tedy, dalam pengelolaannya memang belum ada kejelasan. Pihaknya berharap agar ada perhatian khusus mengingat lokasi tersebut memiliki banyak potensi yang bisa menambah Pendapat Anggaran Daerah (PAD).

“Di kanan-kiri jalan, masih banyak pepohonan tumbuh rindang. Bahkan banyak yang batangnya cukup besar seperti pohon rengas, pohon yang getahnya bisa membuat kulit tubuh melepuh. Tapi untuk yang mengelolanya, belum tau siapa, apakah pengembang atau siapa,?” terangnya.

Salah seorang pengelola parkir, Darmin (47) menuturkan, kebanyakan yang berkunjung yakni pelajar. Biasanya, lokasi situ cibereum mulai ramai setelah bubaran sekolah.

“Ramainya nanti selepas bubaran sekolah, habis dzuhur. Ramainya lagi, nanti selepas ashar. Kalau hari libur, Minggu biasanya ramai,” katanya.

Lebih lanjut, bila bulan puasa, di sekitar lokasi akan lebih ramai lagi. Karena ada banyak pekerja yang sengaja berkumpul bersama rekannya untuk menunggu adzan magrib.

“Kalau udah puasa, warung disini gak akan biasa nampung. Karena yang datang berkelompok. Dari mulai pekerja, sampai anak sekolah,” tandasnya.

(dan)



loading...

Feeds