Tidur Tak Berkualitas Picu Sejumlah Risiko, Nih…

Bahaya Mengonsumsi Obat Tidur. FOTO : IST

Bahaya Mengonsumsi Obat Tidur. FOTO : IST

BERLAWANAN dengan kepercayaan populer, orang dewasa yang lebih tua justru membutuhkan lebih banyak tidur, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuron.

Bahkan, kurangnya kualitas tidur di antara orang tua bisa meningkatkan risiko kehilangan memori dan berbagai gangguan mental dan fisik lainnya, seperti penyakit alzheimer, jantung, obesitas, diabetes dan stroke.

“Hampir setiap penyakit yang membunuh kita di kemudian hari memiliki hubungan yang erat kaitannya dengan kurang tidur,” kata penulis senior studi dan profesor psikologi dan ilmu saraf di University of California, Berkeley, Matthew Walker, seperti dilansir laman Yahoo Health.

Menurutnya, banyak orang telah melakukan pekerjaan dengan baik untuk memperpanjang rentang hidup mereka, tapi memiliki pekerjaan yang buruk dalam hal meningkatkan rentang kesehatan mereka.

“Banyak orang kini mengetahui bahwa memperbaiki tidur merupakan jalur baru untuk membantu meningkatkan kesehatan,” jelas Walker.

“Saya tidak terkejut dengan temuan ini,” kata Robert Oexman, direktur Sleep to Live Institute.

Banyak penelitian sebelumnya yang mempromosikan gagasan bahwa orang tua membutuhkan waktu tidur lebih sedikit didasarkan pada survei dari kebiasaan tidur mereka.

Tak hanya itu, mereka tidak mempertimbangkan bagaimana perasaan mereka tentang kualitas tidur0 dan kewaspadaan mereka pada siang hari.

Bahkan, Oexman mendorong pasien usia lanjut untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk tidur.

Oexman, yang juga merupakan anggota dari American Academy of Sleep Medicine, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor risiko umum mengenai tidur yang tidak memadai di antara semua generasi.

Mereka termasuk depresi, penggunaan alkohol, rasa sakit serta efek samping dari obat tertentu.

Para penulis studi menemukan bahwa tidur tidak memuaskan bisa dimulai ketika orang dewasa memasuki usia 30-an dan bisa mengakibatkan penyakit kognitif dan fisik setelah seseorang memasuki usia pertengahan.

Oexman menambahkan, faktor risiko sebelumnya bersama dengan stres yang disebabkan oleh karier misalnya, berkontribusi untuk masalah ini.

” Seiring bertambahnya usia, kami juga melihat perubahan dalam kemampuan seseorang untuk mengatasi perubahan dalam ritme sirkadian. Namun, masalah tidur juga bisa terjadi karena penuaan otak, dimana otak kita mungkin tidak bisa berfungsi sama seperti saat ketika kita masih muda,” tambah Oexman.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terjadi lebih cepat daripada yang lain dan bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, olahraga, kebiasaan makan, penggunaan narkoba dan alkohol.

Untuk menentukan kualitas tidur Anda, Oexman menyarankan sebaiknya Anda bertanya pada diri sendiri mengenai pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Seberapa mudah bagi Anda untuk bangun di pagi hari? (Jika Anda menekan snooze alarm beberapa kali, Anda mungkin tidak mendapatkan kuantitas dan kualitas tidur yang Anda butuhkan).

2. Apakah akan mudah bagi Anda untuk jatuh kembali tidur satu jam setelah bangun tidur?

3. Apakah Anda jatuh tertidur pada waktu yang tidak Anda duga, seperti saat menonton film, bermain atau bersosialisasi dengan teman-teman di rumah?

4. Apakah Anda sering jatuh tertidur saat menonton TV atau membaca di malam hari setelah bekerja?(fny/jpnn/gob)

 



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …