Polisi Korban Tewas Bom Kampung Melayu Asal Bekasi Dimakamkan

Jenazah korban berada di rumah duka, Jatirangga, Pondokmelati, Kamis (25/5/2017). (Foto: Ist)

Jenazah korban berada di rumah duka, Jatirangga, Pondokmelati, Kamis (25/5/2017). (Foto: Ist)

LEDAKAN bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur,  menewaskan tiga orang meninggal dunia. Ironisnya, mereka semua berasal dari intansi kepolisian, Rabu (23/5/2017) malam.

Salah satu diantaranya ialah, Bripda Taufan Tsunami (23), yang tinggal di Keranggan Wetan RT 02 RW 10, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna.

Paman korban, Imam (56) mengatakan, ia dan keluarganya baru mengetahui keponakannya tewas setelah kakak perempuan korban menghubunginya, kemarin malam. Itu saat Iman baru saja pulang dinas sekitar pukul 10:00 WIB.

“Ya saya baru tau Taufan setelah kakanya telfon. Katanya Taufan meninggal dunia dalam ledakan bom di Kampung Melayu, setelah itu kuta langsung beranjak ke lokasi,” kata dia, Kamis (25/5/2017).

Hanya saja, setibanya di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Imam dan keluarganya tidak bisa melintas, karena semua jalan sudah dalam pengalihan polisi. Tak lama, ia mendapat kabar kalau korban sudah dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.

“Karena kelamaan kami di lokasi TKP. Membuat tidak bisa melihat raut wajah Taufan, kita kesanah tapi Almarhum sudah di kafani lengkap dan sudah dimasukan ke peti,” kata dia .

Imam mengaku, sosok almarhum selalu berperilaku baik kepada orangtua dan lingkungan sekitar. Almarhum kata dia, juga ramah terhadap anak-anak kecil.

Pengabdian Taufan di instansi kepolisian, jelas dia, baru menginjak angka ke 3 tahun sejak ia masuk pada tahun 2012.

“Terakhir saya ketemu sama almarhun iru baru kemarin, hari sabtu dan minggu. Malahan saya sempat boncenga motor.  Dia dari kecil sampai menjadi polisi tinggal disini,” ungak Imam.

Sebelum meninggal dunia, Taufan juga sempat pamit untuk bertugas. Ia dijadwalkan minggu ini piket mulai sore hari.

“Saat pamit pakai seragam lengkap. Cuma dia juga pamit sama saya kalau nanti pulangnya akan telat. Kalau sama ibunya dia janji beli sate dan akan pulang tengah malam 01:00 WIB dini hari,” tutur dia.

Imam mengatakan, kalau Taufan merupakan anak laki-laki tunggal yang dimiliki ibunya. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersudara. Kakak Taufan merupakam wanita juga demikan adiknya. Jenazah Taufan baru sampai pukul 04:00 WIB tadi dan akan disemayamkan pukul 10:00 WIB.

Di informasikan, anggota yang meninggal dunia lainyya adalah Ridho Setiawan merupakan angkatan 40. Beralamat di Dasana Indah, Kelapa Dua, Kota Tangerang Selatan. Sementara satu lainnya, Imam Gilang Adinata angakatan 39 tinggal di Jalan Klingkit, Tebet, Jakarta Selatan. (kub/gob)



loading...

Feeds

Rapat Paripurna Penetapan APBD-P Kota Bekasi, Kamis (19/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Sah! APBD-P Kota Bekasi Rp5,7 Triliun

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi disahkan dalam rapat paripurna, Kamis (19/10/2017). Dalam rapat tersebut DPRD …
Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

REKOMENDASI Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) terhadap anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono masih dapat dievaluasi. Demikian …
Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

KETUA DPW PKS Jawa Barat memastikan jika tanpa dirinya, koalisi PAS jilid 2 di Pilkada Kota Bekasi dimungkinkan tetap berlanjut. …