Pengawasan Pilkada 2018, Bawaslu Jabar Akan Libatkan Mahasiswa

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat akan melibatkan kalangan mahasiswa untuk ikut mengawasi pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Harminus Koto disela acara Pengenalan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Hotel Horison Bekasi, akhir pekan lalu.

Menurut Harminus, pelibatan mahasiwa dalam pengawasan hajat demokrasi lima tahunan itu sebagai tenaga relawan. Para mahasiswa itu nantinya akan ikut mengawasi pelaksanaan Pilkada mulai dari tahapan awal.

Lanjut dia, dilibatkannya mahasiswa dalam pengawasan pemilu ini bukan tanpa sebab. Karena seorang mahasiwa tidak memiliki hubungan dengan partai politik (parpol) tertentu.

“Mahasiswa itu independen, makanya kami libatkan dalam tenaga relawan,” terangnya.

Dijelaskan Harminus, pihaknya nanti akan memberikan edukasi mengenai materi-materi tentang pemilihan yang jujur dan adil (jurdil). Dengan demikian, mahasiwa yang mau berpartisipasi mampu melakukan pengawasan saat pelaksaan Pilkada berlangsung.

“Mahasiswa itu nanti akan kami berikan edukasi. Supaya mereka benar-benar paham untuk mengawasi pemilu di lapangan,” beber Harminus.

Selain mahasiwa, Bawaslu juga tentunya akan melibatkan berbagai organisasi masyarakat (ormas) maupun masyarakat untuk menjadi relawan pengawas pemilu.

Dengan adanya tenaga relawan ini, diharapkan mampu menghasilkan kualitas pemilu yang baik dan partisipasi yang optimal hingga melahirkan pemimpin-pemimpin sesuai dengan keinginan masyarakat. Para relawan juga diharapkan menjadi garda terdepan yang menolak praktik politik uang, mobilisasi, atau upaya lainnya yang melanggar aturan pilkada.

“Kami ingin kan pemilih yang jujur, adil, dan bersih. Makanya semua pihak harus dilibatkan, termasuk mahasiswa,” tandas Harminus.

(oke/gob)



loading...

Feeds