Komisi III Minta Pemkot dan Polisi Awasi Distribusi Daging Celeng di Bekasi

(Ilustrasi) Waspadai daging sapi oplosan celeng beredar di Bekasi. Foto: Ivan Pramana Putra/GoBekasi

(Ilustrasi) Waspadai daging sapi oplosan celeng beredar di Bekasi. Foto: Ivan Pramana Putra/GoBekasi

PEMERINTAH Kota Bekasi dan instansi kepolisian, diminta untuk menjaga keamanan pendistribusian daging babi atau celeng di pasar tradisional maupun modern.
Mewakili Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Diharapakan dapat melakukan inspeksi mendadak terhadap pasar tradisional dan modern.
Sementara kepolisian, dapat menjaga pendistribusian daging celeng didaerah perbatasan yang ada di Kota Bekasi. Sebab, Kota Bekasi sendiri merupakan target dari kota-kota besar lainnya seperti DKI Jakarta dan Tangerang.
“Harus ada pengawasan instens kepada 2 lembaga itu. Tentunya kami dari legislatif juga akan melakukan pengawasan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Machrul Falak, Selasa (23/5/2017) kepada GoBekasi.co.id.
Machrul menyarankan, agar Pemerintah Kota Bekasi juga dapat mengikutsertakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memantau kualitas daging.
“Karena antara Daging Babi, dan Daging Sapi sulit dibedakan. Untuk itu BPOM juga patut diturunkan untuk mengetahui kualitas daging dipasaran,” jelas dia.
Menurutnya, sidak yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi, sejatinya sudah dianggrakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.
“Sidak wajib dilakukan. Meskipun tahun kemarin tidak ada temuan. Tentunya wujud antisipasi kita harus tetap tanamkan agar masyarakat tidak menjadi korbannya,” tutur dia.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Makbullah, mengaku akan menindaklanjuti apa yang sudah menjadi masukan dari mitra kerjanya.
“Tentu kita akan melakukan sidak. Tapi tanggal dan waktuntya kita tidak bisa publish. Intinya kita akan melakukan semua yang menjadi masukan, dan memang ini juga sudah kita wacanakan,” tandas dia. (kub/gob)


loading...

Feeds