Resmi! Wali Kota Bekasi Larang Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan

(Ilustrasi) Polwan dari Polresta Bekasi mengecek identitas dan menggeledah karyawan salah satu THM di Kawasan Lippo Cikarang, Cikarang Selatan. Dalam Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan pada Sabtu (30/1) malam hingga Minggu (31/1) dini hari itu sebanyak 57 orang diamankan dan dites urine. CF6/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Polwan dari Polresta Bekasi mengecek identitas dan menggeledah karyawan salah satu THM di Kawasan Lippo Cikarang, Cikarang Selatan. Dalam Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan pada Sabtu (30/1) malam hingga Minggu (31/1) dini hari itu sebanyak 57 orang diamankan dan dites urine. CF6/RADAR BEKASI

WALI Kota Bekasi akhirnya mengeluarkan Maklumat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1438 H. Maklumat disampaikan dalam surat dengan nomor 451/4057/SETDA.Kesos tertanggal 18 Mei 2017 dan berisi tentang imbauan bagi seluruh masyarakat Kota Bekasi.

Sebanyak lima poin disampaikan dalam maklumat tersebut. Imbauan dalam maklumat tersebut ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dalam surat itu memberikan imbauan kepada pemilik tempat hiburan berupa kelab malam, kafe, panti pijat, karaoke, live music, pub, biliard, mandi uap/sauna/spa dan hiburan umum lainnya yang dapat mengganggu berlangsungnya ibadah puasa, agar tutup selama Ramadan.

“Harus tutup (tidak ada aktivitas) tiga hari sebelum bulan suci Ramadan, saat Ramadan, Hari Raya Idul Fitri dan tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri,” katanya dalam maklumat itu.

Pada poin pertama, Wali Kota menghimbau kepada muslimin dan muslimat untuk mewujudkan visi Bekasi, Maju, Sejahtera dan Ihsan.

Kemudian, semarakkan bulan mulia ini dengan berbagai kegiatan positif. Baik ibadah ritual, maupun sosial. Serta jauhkan diri dari perbuatan yang mengurangi pahala dan nilai ibadah puasa.

Selanjutnya, ia juga menghimbau untuk menyempurnakan dan bersihkan harta dengan mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqah. Serta, perkokoh Uhkhuwah Islamiyah, Basyariyah dan Wathoniyah.

Lalu, kepada masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa, diimbau untuk menghormati dan menghargai orang yang sedang berpuasa. Dan, kembangkan sikap toleransi antar umat beragama serta mewujudkan persaudaraan yang kondusif dalam bulan Ramadan.

Para pengusaha pemilik restoran, rumah dan warung makan dihimbau agar menyesuaikan kegiatannya sehingga tidak mengganggu kekhusyu’an ibadah puasa.

Selain itu, dalam Maklumat tersebut juga menghimbau segenap komponen masyarakat lainnya agar menjaga keamanan dan ketertiban.

“Jauhkan kegiatan – kegiatan yang dapat mengganggu bulan Ramadan. Terutama peredaran dan penyalahgunaan narkoba, perjudian, minuman keras, petasan, tawuran dan perbuatan pelanggaran asusila serta perkokoh dan pelihara rasa persatuan dan kesatuan di antara kita,” tutupnya.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds