Asosiasi Ikan Hias Kota Bekasi Minta Balai Benih

(Ilustrasi)

(Ilustrasi)

ASOSIASI Ikan Hias (AIH) Kota Bekasi meminta balai benih ke pemerintah daerah untuk mempertahankan usaha budidaya ikan hias tawar asal Bekasi, karena keberadaan pembudidaya ikan hias tawar kian terkikis dengan peralihan menjadi permukiman baru.

Ketua AIH Atep Setiawan, mengatakan, pada tahun 1990-an, Kota Bekasi merupakan penyuplai ikan hias tawar yang cukup besar di Indonesia, bahkan sudah menjangkau Singapura, Cina, Jepang bahkan Eropa.

“Secara otomatis suplai ikan hias bukan di Bekasi lagi, tapi sudah begeser ke Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” ujarnya saat berkunjung ke Plaza Pemkot Bekasi, Jumat (19/5/2017).

Karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar dibuatkan balai benih ikan hias. Dengan begitu, jangkauan ikan hias bakal kembali mengorbit hingga ke luar negeri.

“Sampai sekarang sebetulnya masih ada yang dikirim ke luar negeri tapi jumlahnya sedikit. Kebanyakan menyuplai untuk daerah di Indonesia,” jelasnya.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar mengatakan selama ini para pembudidaya ikan hias hanya mendapatkan pelatihan dari dinas terkait.

Padahal, kata dia, titik permasalahannya tidak hanya pada pelatihan saja. Tapi minimnya fasilitas yang diberikan pemerintah seperti balai benih ikan hias dan penyertaan modal dengan bunga rendah.

“Untuk memotivasi mereka kembali, adalah dengan pemberian modal dengan bunga yang rendah dan area promosi yang layak,” kata Ali.

Ali menilai, Kota Bekasi harusnya memiliki balai benih untuk memastikan kepada eksportir bahwa ikan hias yang dibesarkan oleh peternak sudah kualitas ekspor. Selain itu, pemerintah juga harus menjaga kestabilan stok pakan ikan hias berupa cacing sutra.

“Dengan keterbatasan lahan, mereka sering kesulitan mencari pakan ikan berupa cacing sutra,” tandasnya. (cr28/gob)



loading...

Feeds