Mie Jambret Galaxy, Tawarkan Sensasi Makan Bernuansa Penjara

Suasana konsumen melahap makanan di Restoran Mie Jambret bernuansa dalan penjara berlokasi di  Grand Galaxy, Bekasi Selatan, Jumat (19/5/2017). Foto: Istimewa/GoBekasi

Suasana konsumen melahap makanan di Restoran Mie Jambret bernuansa dalan penjara berlokasi di Grand Galaxy, Bekasi Selatan, Jumat (19/5/2017). Foto: Istimewa/GoBekasi

RESTORAN Mie Jambret di Jalan Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, menawarkan sensasi makan dengan nuansa berbeda. Bila direstoran lain banyak menggunakan ornamen kuno dan elastis. Restoran ini menyajikan nuansa dalam penjara, pelayannya pun seperti narapidana alias tahanan sungguhan.

Manager Restoran Mie Jambret, Uphie menuturkan, konsep penjara yang ditawarkan direstorannya, merupakan inovasi dan strategi untuk menarik pelanggan. Menurutnya, restoran dengan nuansa penjara sangat jarang dijumpai.

Tidak saja hanya jeruji besi yang ada di restoran Mie Jambret. desain interior ruangan, piring dan gelas berbahan alumunium serta ornamen sengaja dibuat menyerupai penjara.

“Pertama kita sadar restoran dengan sajian mie dengan tingkat kepedasan level-levelan sudah banyak, makanya kita bikin konsep penjara biar menarik konsumen,” paparnya kepada GoBekasi.co.id, Jumat (19/5/2017).

Uphie mengaku, restoran yang dikelolanya sudah menginjak tujuh bulan. Ia menjelaskan, tidak saja menyediakan sajian mie dengan tingkat kepedasan dengan level 1-5.

Namun, ada pula berbagai hidangan lainnya seperti, Nasi Goreng, Nasi Bakar. Cichken Katsu dan Dimsum pun disajikan dalam daftar menu pihan di Restoran Mie Jambret.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Ditodong Pistol 2 Pria di Mustikajaya

“Kita juga namain menunya pake istilah-istilah. Kaya misalnya, Mie Jambret level 1 kita namain Mie Jambret Salah tangkap, Level 2 kita Namain Masa percobaan, sampai Mie Jambret Level 5 kita namain Hukuman Mati,” terang Uphie.

“Trus juga minumannya juga kita berikan nama. Misalnya, Es Jelly White Begal, Es Teh Manis Copet, Es Jelly Red Koruptor, kaya gitu-gitu deh,” sambung dia.

Uphie mengaku, pangsa pasar dari restoran mie Jambret yakni, anak usia sekolah dan mahasiswa. Tidak heran jika harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp 13 ribu, untuk satu porsi Mie Jambret, dan Rp 15 ribu, untuk satu porsi Nasi Goreng Hitam.

“Karna pelanggan banyak dari kalangan pelajar kita tawarkan harga yang relatif murahlah, buat kantong pelajar kisaran Rp 13 ribu sampai Rp 39 ribu,” ujarnya. Dalam satu hari, konsumen yang datang mencapai 150 sampai dengan 200. Khusus weekend, 500 konsumen menikmati hidangannya.

Bagi yang penasaran, setiap pengunjung yang baru memasuki restoran akan disambut dengan teriakan “Tahanan Baru”, kemudian disambut ucapan “selamat datang” dari para pelayan restoran.

Begitupun sebaliknya, ketikan pengunjung yang hendak keluar restoran akan disambut dengan ucapan “Tahanan Lepas”, kemudian diiringin dengan ucapan “terimakasih” dari para pelayan.(Cr28/gob)



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …