Wah… FBR Blokade Lottemart Rawalumbu

Pemblokiran Lottemart Rawa Lumbu, Kamis (18/5/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Pemblokiran Lottemart Rawa Lumbu, Kamis (18/5/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

ANGGOTA organisasi kemasyarakatan Forum Betawi Rempug memblokade area Pusat perbelanjaan Lottemart di Jalan Cut Meutia Rawapanjang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (18/5/2017).

Anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dari 6 distrik di Kota Bekasi dikerahkan untuk menutup pusat perbelanjaan Lottemart dengan memasang tumpukan ban mobil di depan gerbang masuk pusat perbelanjaan itu.

Selain itu, massa berkerumun di depan gerbang masuk Lottemart sejak pukul 08.00 WIB sambil membentangkan spanduk berisi larangan melintas menuju area Lottemart.

Spanduk berukuran 3 x 5 meter persegi itu bertuliskan “Barang siapa memasuki/melintasi lahan menuju Lottemart, memanfaatkan, menguasai dan menggunakan lahan ini tanpa izin dari H Usman Kasim c/q kuasa hukum, maka mulai tanggal 17 Mei 2017 akan dituntut secara pidana sesuai KUHP Pidana”.

Akibat blokade itu, aktivitas Lottemart Rawapanjang lumpuh, karyawannya diliburkan.

“Saya mewakili ahli waris lahan berniat mengambil alih lahan Lottemart karena sesuai hukumnya, lahan ini bukan dimiliki managemen Lottemart,” kata kuasa hukum Tonin Tahta Singarimbun, Kamis (18/5/2017).
Ia mengatakan lahan itu hingga kini masih dalam status quo antara sejumlah pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan setelah proses jual beli yang berlangsung sejak 1980.

Namun, ia melanjutkan, di lahan yang masih bersengketa itu kemudian ada pengusaha yang membangun pusat perbelanjaan bernama Makro pada 1995 atas izin dari Dinas Bina Marga setempat pada 1979.

“Seiring berjalannya waktu, Makro berganti nama menjadi Lottemart pada 2008, sementara lahan ini masih bersengketa,” katanya.

Masrul menyatakan pihaknya sengaja mengerahkan warga untuk memblokade lahan untuk mengingatkan pengusaha maupun karyawan Lottemart bahwa lahan seluas 935 meter per segi itu bukan milik dari manajemen Lottemart.

“Awalnya lahan ini merupakan milik pengusaha Tingkok pada 1970-an, pada era 1980 lahan itu beralih atas nama Ngadiman dan beralih lagi pada 1982 atas nama Usman Kasim selaku pemilik yang sah saat ini,” terang dia.

Ia menambahkan status kepemilikan lahan oleh Usman telah diperkuat oleh keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 2008.

“Sebelum kami masuk 2008 sampai pemenangan PTUN inkrah secara hukum tidak pernah ada gugatan. Persoalannya bukan girik yang sama,” tandas dia.

Sementara itu, manajemen Lottemart tidak mau memberikan ketrangan terkait permaslaahan ini.

“Nanti ya, saya belum bisa kasih keterangan,” kata perwakilian Manajemen Lottemart. (kub/gob)



loading...

Feeds

PERMINTAAN MENINGKAT: Pedagang sembako di Pasar Tambun sedang merapikan dagangannya. Jelang Ramadan, permintaan kebutuhan pokok diprediksi bakal meningkat tajam.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

Harga Kebutuhan Pokok Perlahan Naik

MEMASUKI bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bekasi, perlahan merangkak naik. Kasi Tekpas Pasar Tambun, …
timthumb (2)

Alhamdulillah, Besok Mulai Puasa

PEMERINTAH memastikan awal Ramadan tahun ini jatuh pada Sabtu (27/5/2017). Keputusan itu diumumkan setelah sebelumnya dilakukan sidang isbat di Aula …