Serobot Lahan Warga, Lottemart Rawapanjang Diminta Bayar Rp 18 Miliar

Lokasi Lottemart yang berada di Jalan Cut Meutia, dikepung Ormas FBR  lantaran diduga menyerobot tanah milik warga seluas 9.935 hektar, Kamis (18/5/2017). Foto: Mochamad yacub Ardiansyah

Lokasi Lottemart yang berada di Jalan Cut Meutia, dikepung Ormas FBR lantaran diduga menyerobot tanah milik warga seluas 9.935 hektar, Kamis (18/5/2017). Foto: Mochamad yacub Ardiansyah

LOTTEMART yang berada di Jalan Cut Meutia Rawapanjang, menyerobot lahan warga seluas 9.935 meter persegi. Alhasil, pemilik tanah atas nama Usman Kasim, meminta agar Management Lottemart membayarkan uang sebesar Rp 18 miliar.

Permintaan pengembalian uang sebesar Rp 18 miliar itu, dikarenakan, Lottemart Rawapanjang telah memanfaatkan lahan miliknya selama 17 tahun terhitung sejak 2005.

“Bila diakumulasikan sampai dengan Rp 18 miliar. Itu dalam rincian pembayaran PBB yang dibayarkan oleh ahli waris sejak tahun 2005 sampai sekarang, dan lahan yang harus disewa karena digunakan sebagai lahan parkir,” kata kuasa hukumnya, Tonin Tahta Singarimbun kepada GoBekasi.co.id.

Menurutnya, permintaan pemilik tanah yang kini berusia 70 tahun itu. Jumlah uang sebesar Rp 18 miliar belum termasuk pembelian tanah seluas 9.935 meter persegi yang telah di serobot oleh Lottemart.

Baca Juga: Wah… FBR Blokade Lottemart Rawalumbu

Pemilik tanah, lanjut Tonin, juga sudah memberikan dua pilihan terhadap Management Lottemart. Diantaranya ialah, mengembalikkan uang Rp 18 miliar dan membeli tanah miliknya yang telah dipakai selama 17 tahun seluas 9.935 hektar.

“Ya kalau tidak bisa memenuhi, diharapkan pihak Lottemart mengosongkan barang-barangnya. Karena menurut ahli waris sudah banyak orang yang telah menawarkan tanahnya yang digunakan oleh Lottemart,” kata dia.

Bahkan, sejak pagi tadi, anggota organisasi kemasyarakatan Forum Betawi Rempug (FBR) masih memblokade area Pusat perbelanjaan itu.

Spanduk berukuran 3 x 5 meter persegi bertuliskan “Barang siapa memasuki/melintasi lahan menuju Lottemart, memanfaatkan, menguasai dan menggunakan lahan ini tanpa izin dari H Usman Kasim c/q kuasa hukum, maka mulai tanggal 17 Mei 2017 akan dituntut secara pidana sesuai KUHP Pidana” masih terpasang.(kub/gob)



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …