Pasar, Antara Sampah dan Kebersihan

Suasana Pasar Sumber Artha, Bekasi Barat. (Foto: Vadhia Lidyana)

Suasana Pasar Sumber Artha, Bekasi Barat. (Foto: Vadhia Lidyana)

Oleh Vadhia Lidyanha, mahasiswi jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta

PASAR merupakan suatu tempat untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan masyarakat. Proses jual-beli terjadi setiap hari, seperti di Pasar Penampungan Sumber Artha, Bekasi Barat. Aktivitas berbelanja didominasi oleh kaum wanita.

Setiap pagi, pasar akan padat pengunjung, terutama pada bagian yang menjual “pengisi perut”. Hal tersebut menyebabkan tingkat kebersihan pasar menjadi menurun. Pasar terlihat kotor. Sampah berserakan, terutama pada deretan kios-kios penjual sayuran. Sampah sayuran itu berserakan dan tidak dibersihkan hingga sore hari. Padahal, tingkat kenyamanan pembeli adalah nomor satu.

Beberapa penjual memilih menjaga kebersihan kiosnya sendiri, seperti yang selalu dilakukan oleh Sri, penjual rempah-rempah. Ia berupaya membersihkan kios dan sekitarnya setiap hari.

Permasalahan sampah merebak di Indonesia, penyelesaiannya tak kunjung terlihat. Bagaimana penyelesaiannya? Semua kembali pada kesadaran masing-masing. Kesadaran setiap penjual di Pasar Penampungan Sumber Artha bahwa kebersihan itu sangat penting. Sebagai penjual, tak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan pasar yang hanya berjumlah 8 orang. Apabila salah satu petugas berhalangan hadir, sampah akan terlalaikan hingga sang petugas kembali lagi bekerja. Kelelahan berdagang membuat inisiatif penjual menjadi tumpul.

Padahal, prosedur pengelolaan sampah pada Pasar Penampungan Sumber Artha ini sudah cukup baik. Dimulai dari penampungan sampah kolektif kios-kios yang dilakukan pada pagi dan sore hari, kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara (TPSS), lalu sampah dikirim ke Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Bidang Kebersihan Kecamatan Bekasi Barat yang dilakukan 2 kali dalam 1 minggu, terakhir, sampah akan dikirim ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang.

“Ya, namanya juga orang (sisi kebersihan pasar). Tapi ada beberapa yang sadar akan kebersihan.” Kata Kepala Pelayanan Pasar Penampungan Sumber Artha, Sutisna.

Zubaidah dan Sri, penjual ayam potong adalah contoh penjual yang tertib akan kebersihan. Kios keduanya terlihat rapi dan terhindar dari bau yang tak sedap.

Selain sampah yang berserakan, masalah pengumpulan sampah pada titik tertentu juga tidak tertib, yaitu pada kios-kios bagian timur pasar, dekat Kalimalang. Sampah sudah dikumpulkan, namun tidak dalam 1 titik. Terdapat kurang-lebih 3 titik pembuangan sampah pada bagian tersebut sehingga sampah semakin berserakan.

“Alangkah baiknya apabila dikumpulkan menjadi 1 titik (sampah). Jadi, saya tinggal mengangkutnya menuju TPS sementara saja,” imbuh Eka, petugas kebersihan.

Masyarakat sebaiknya menghentikan protes kepada pemerintah terkait masalah kebersihan ataupun banjir dan mulai meningkatkan inisiatif. Dengan inisiatif, rakyat akan peka terhadap lingkungan.

“Kalau ingin bersih ya harus menyapu sendiri, menyikat sendiri. Jadi, semoga kesadaran akan kebersihannya lebih ditingkatkan saja,” ujar Sri, salah seorang pedangang.

Jika satu sama lain saling menyalahkan ataupun menyalahkan pemerintah, kebersihan di Indonesia tak akan meningkat. Alangkah baiknya apabila individu menyadari permasalahan ini dan menjalankan solusinya, yaitu meningkatkan kesadaran akan kebersihan. Berani kotor itu baik,  jauhkan diri dari sikap jijik yang berlebihan. (*)

 



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …