Polres Bekasi Kumpulkan Data Terkait Jembatan Muaragembong

Jembatan Kampung Bagedor, Desa Pantaiharapan Jaya, Muaragembong, Minggu (13/3/2017). Jembatan mengalami amblas pada kedua sisinya. (Foto: Raiza Septianto/Radar Bekasi)

Jembatan Kampung Bagedor, Desa Pantaiharapan Jaya, Muaragembong, Minggu (13/3/2017). Jembatan mengalami amblas pada kedua sisinya. (Foto: Raiza Septianto/Radar Bekasi)

PENYELIDIKAN kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Bagedor di Kecamatan Muaragembong tidak hanya dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, tapi juga Polres Metro Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adisaputra, mengatakan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Jembatan Bagedor ditangani Polda Metro Jaya. Sementara pihaknya hanya menindaklanjuti penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan.

“Kalau kami hanya melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan. Kami selidiki, dan hal ini karena sudah ditangani polda. Jadi kami hanya melakukan pengumpulan data saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Adang Sutrisno, membenarkan ada pemeriksaan yang dilakukan Polres Metro Bekasi terkait pembangunan Jembatan Bagedor.

“Yang sudah dimintai keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan kontraktor selaku pelaksana kegiatan pembangunan jembatan,” katanya saat ditemui di halaman Polres Metro Bekasi, Selasa (16/5/2017).

Baca juga: FPI Bekasi Raya Sebar Stiker Ini, Ajak Masyarakat Awasi THM

Sementara soal kedatangannya di Polres Metro Bekasi saat itu, Adang mengaku tidak ada kaitannya dengan pembangunan jembatan yang menelan anggaran Rp5,6 miliar tersebut. Ia mengaku hanya diminta menjelaskan soal pembangunan rumah dinas kapolres.

“Memang kegiatan kami sedang diselidiki polres. Tapi kalau hari ini (kemarin, red) saya hanya menjelaskan pembangunan rumah dinas kapolres,” katanya.

Menurut Adang, pembangunan Jembatan Bagedor tidak ada masalah. Karena hingga saat ini pembangunannya belum selesai.

“Kegiatan itu pembangunannya belum rampung. Jadi belum bisa diperbaiki, jadi kami selalu terbuka apabila dimintai keterangan oleh polres,” ungkapnya.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds