YLKI Minta Para Ustad Tolak Tawaran Tampil di TV, Lho Kok?

(Ilustrasi) Ustad Faturrahman tengah bertausiyah menjelang azan magrib di Kantor Sekretarian Yayasan Daarul Dhuha Indonesia, Mustika Jaya, Bekasi Timur, Sabtu (11/7). (Foto: Andi Saddam Khusein/GoBekasi.co.id)

(Ilustrasi) Ustad Faturrahman tengah bertausiyah menjelang azan magrib di Kantor Sekretarian Yayasan Daarul Dhuha Indonesia, Mustika Jaya, Bekasi Timur, Sabtu (11/7). (Foto: Andi Saddam Khusein/GoBekasi.co.id)

YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang penayangan iklan rokok selama bulan Ramadan.

Ketua YLKI, Tulus Abadi saat ini di seluruh dunia, iklan, promosi dan sponsor iklan rokok sudah dilarang total di semua lini media. Sebagai contoh di Eropa Barat iklan rokok telah dilarang sejak 1960. Dan di Amerika Serikat iklan rokok telah dilarang sejak 1973.

Demikian juga di negara-negara penghasil tembakau atau rokok terbesar di dunia, seperti Tiongkok, India, Brasil, Bangladesh, dan Jepang iklan promosi rokok telah dilarang.  Kemudian di Israel pun iklan rokok dilarang.

Menarik juga dibaca nih: Wah! Bekasi Jadi Pelopor Angkot Ber-AC

Baca juga: Pembangunan Trase ‘Kereta Angin’ Kota Bekasi Terkendala Administrasi

“Hanya di Indonesia, iklan atau promosi rokok masih menjamur di semua lini media. Saat ini, Indonesia satu-satunya negara di dunia yang masih melegalkan iklan rokok di televisi,” ujar Tulus dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com (Induk GoBekasi.co.id), Selasa (16/5/2017).

Tulus menambahkan, banyak anak-anak dan remaja yang menonton televisi saat iklan rokok ditayangkan, khususnya pada saat makan sahur. Secara regulasi, memang tidak melanggar karena iklan rokok boleh ditayangkan mulai  jam 21.30-05.00 waktu setempat.

Pengaturan itu dengan asumsi agar iklan rokok tidak dilihat oleh anak-anak karena sudah pada tidur. Namun karena harus bangun pada saat makan sahur, mereka akhirnya terpapar iklan rokok yang ditayangkan pada jam santap sahur itu.

“Bahkan produsen rokok segaja membombardir iklan rokok pada saat makan sahur, dengan menjadikan anak-anak sebagai target utama. Ini hal yang tragis,” tegasnya.

Industri rokok juga melakukan iklan terselubung pada jam-jam prime time, misalnya menjelang buka puasa dengan dalih iklan korporat, bukan iklan produk. Ini jelas bentuk pengelabuhan pada publik. Sebab nama perusahaan rokok di Indonesia sama dengan nama merek produknya.

Seru dibaca: Pak Ogah di Pertigaan Setu Kerap Bikin Macet, Akhirnya Ditangkap Polisi

Mengiklankan iklan rokok dan menjadi sponsor acara keagamaan di televisi, tegas Tulus juga sebuah tindakan yang tidak etis. Sudah terbukti merokok bukan tindakan positif, bahkan sebagian diharamkan, tetapi malah mensponsori program di bulan suci.

Oleh sebab itu YLKI meminta para ustaz yang menjadi pengasuh acara di televisi saat Ramadan, untuk menolak jika acara tersebut disponsori rokok, baik secara terang-terangan atau terselubung.

Dia berharap selain mematuhi regulasi, seharusnya industri rokok juga menjunjung etika dalam berbisnis dan memasarkan produk rokoknya. “Bukan hanya mengeruk untung lewat racun adiksi pada rokok yang dipasarkan itu,” pungkasnya.(cr2/JPG/gob)



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …
Ilustrasi suspect difteri. (Foto: Ist)

Penderita Difteri di Kota Bekasi Bertambah

PENDERITA Difteri di Kota Bekasi bertambah. Sedikitnya 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah …