Ribuan Perusahaan di Bekasi Tidak Lapor Pengelolaan Limbah

(Ilustrasi) Sejumlah warga mencari ikan di Kali Bekasi yang dipenuhi limbah di Jalan Kemakmuran Kota Bekasi, kemarin. Limbah yang memenuhi Kali Bekasi tersebut berasal dari hulu sungai yang berada di Bogor. ARIESANT/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Sejumlah warga mencari ikan di Kali Bekasi yang dipenuhi limbah di Jalan Kemakmuran Kota Bekasi, kemarin. Limbah yang memenuhi Kali Bekasi tersebut berasal dari hulu sungai yang berada di Bogor. ARIESANT/RADAR BEKASI

RIBUAN  perusahaan swasta di Kota Bekasi, terindikasi tidak melakukan pengelolaan limbah dengan baik. bahkan diduga, limbah industri dibuang begitu saja yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Dari sekitar 1200 perusahaan, hanya 120 perusahaan saja yang melaporkan pengelolaan limbahnya ke Pemkot Bekasi. Demikian hal itu diungkapkan Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dadang Mulyana.

“Laporan pengelolaan limbah wajib diberikan ke pemerintah, mengingat dampak limbah terhadap lingkungan sangat berbahaya,” katanya.

Baca juga: Yah… Satpol PP Kabupaten Bekasi Batal Tutup Paksa THM

Ribuan perusahaan yang belum melaporkan pengelolaan limbah tersebar di seluruh Kecamatan se – Kota Bekasi. Tapi, ada sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Bantargebang, Medansatria dan Bekasi Utara yang menjadi prioritas. Karena banyak perusahaan dari berbagai bidang yang berdiri diwilayah tersebut.

Mereka membuang limbah di kali, saluran air dan udara bebas. Pembuangan limbah itu pun dilakukan sedikitnya di 200 titik yang tersebar di Kota Bekasi.Ia menyatakan, dalam membuang limbah perusahaan harus memperhatikan baku mutu lingkungan walaupun mereka berhak membuang limbah.

“Sebelum dibuang, limbah harus melewati proses pengolahan atau bisa menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” ujarnya.

Baca juga: Pak Ogah di Pertigaan Setu Kerap Bikin Macet, Akhirnya Ditangkap Polisi

Baca lagi: Wah… Puskesmas Pungut Biaya Proses Persalinan Warga Tidak Mampu Asal Sukatani Ini

Guna melakukan pemeriksaan perihal pengelolaan limbah di perusahaan yang belum melapor, pihaknya telah membentuk tim khusus.Dengan adanya tim tersebut, diharapkan dapat mengetahui kelayakan mesin pengelolaan limbah dan kadarnya sesuai dengan PP 41 tahun 1996 dan PP 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi menambahkan, masih ada perusahaan yang nakal dengan mengabaikan aturan pembuangan limbah.

Perusahaan tersebut dikatakan nakal karena baru mengoperasikan mesin pengelolaan limbah bila petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak).

“Belajar dari pengalaman itu, kami terus melakukan pengawasan dengan membentuk tim,” ucapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, indikator limbah beracun di air biasanya memiliki kandungan mangan hingga 1,042 miligram, nitrit 0,178 miligram, nitrat 29,6 miligram, amonia 1,04 miligram, zat besi dan 3,74 miligram serta copper 2,82 miligram.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds