Citra BKPPD Kabupaten Bekasi Tercoreng Hal Ini

Ilustrasi/Bupati Neneng Hasanah Yasin halal bihalal usai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. Foto: Dokumentasi/GoBekasi

Ilustrasi/Bupati Neneng Hasanah Yasin halal bihalal usai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. Foto: Dokumentasi/GoBekasi

SEKRETARIS Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi, Hanief Zulkifli, mengakui citra instansinya sudah buruk. Pasalnya, sejak dulu BKPPD dikaitkan dengan pungutan liar dan praktik jual beli jabatan ketika akan ada rotasi mutasi jabatan.

Hanief meminta Satgas Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) menindaklanjuti adanya laporan atau informasi yang menyebut marak pungli dan praktik jual beli jabatan di BKPPD Kabupaten Bekasi.

“Kalau sekarang masih ada saja yang melakukan pungli tangkap saja orangnya, jangan tambah ngerusak nama BKPPD,” kata Hanif, beberapa waktu lalu.

Hanief menyarankan agar pegawai yang merasa dirugikan atau dipersulit dengan pelayanan BKPPD agar melapor ke Saber Pungli. Karena jika terus dibiarkan, dikhawatirkan praktik curang tersebut akan terus terjadi.

Menurutnya, jika ada oknum yang terjaring Satgas Saber Pungli, maka akan menjadi efek jera dan contoh bagi pegawai lainnya.

“Kami berharap kalau ada yang dimintai uang sama pegawai BKPPD, sebut saja namanya biar kita yang periksa dan kita laporkan,” ujarnya.

Diketahui, pada 2017 Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui BKPPD melakukan pemberkasan pengangkatan CPNS bidan PTT yang diangkat oleh Kementerian Kesehatan. Jumlahnya sebanyak 119 orang. Namun beredar kabar, ada satu orang bidan dimintai uang sebesar Rp2,5 juta untuk pemberkasan di BKPPD.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds