Dinas LH Bentuk Tim Khusus, Ribuan Perusahaan Bakal Ditinjau

PEMBUANGAN limbah pada perusahaan catering di Desa Telagaasih RT 007/01, Kecamatan Cikarang Barat, dikeluhkan warga. Sebab, hal ini berakibat menumpuknya sampah di wilayah mereka, Rabu (21/1). FOTO : Andi Saddam/Gobekasi

PEMBUANGAN limbah pada perusahaan catering di Desa Telagaasih RT 007/01, Kecamatan Cikarang Barat, dikeluhkan warga. Sebab, hal ini berakibat menumpuknya sampah di wilayah mereka, Rabu (21/1). FOTO : Andi Saddam/Gobekasi

DINAS Lingkungan Hidup Kota Bekasi, mengaku telah membentuk tim khusus dan bakal melakukan peninjauan langsung ke ribuan perusahaan swasta yang telah membuang limbah secara liar.

Peninjaun ini dilakukan buntut ditemukannya 1.050 perusahaan swasta yang membuang limbah secara liar. Sejatinya, ada 1.200 perusahaan swasta yang bergerak pada berbagai bidang di 12 Kecamatan Kota Bekasi.

“Tujuannya, untuk mengetahui kelayakan mesin pengelolaan limbah dan kadarnya sesuai dengan PP 41 tahun 1996 dan PP 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran,” kata Kepala Dinas LH, Jumhana Luthfi, Senin (15/5/2017).

Pasalnya, masih banyak perusahaan swasta nakal mengabaikan aturan pembuangan limbah.

Biasanya, perusahaan mengoperasikan mesin pengelolaan limbah bila petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kendati demikian, setelah tidak diawasi, limbah berbahan bahaya bisa diabadikan di buang kesungai maupun saluran air.

“Belajar dari pengalaman itu, kami terus melakukan pengawasan dengan membentuk tim,” kata Luthfi.

Indikator limbah beracun di air biasanya, memiliki kandungan mangan hingga 1,042 miligram, nitrit 0,178 miligram, nitrat 29,6 miligram, amonia 1,04 miligram, zat besi 3,74 miligram dan copper 2,82 miligram.

Terpisah, sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Solihin mengatakan, pengawasan limbah sebaiknya diperketat.

Sebab, ia khawatir, peristiwa pencemaran limbah Kali Bekasi kembali terulang.

“Kali Bekasi pernah tercemar oleh perusahaan yang berdomisili di daerah Kabupaten Bogor. Jangan sampai kejadian ini terulang karena bisa mengganggu produksi air bersih,” tandas Solihin. (kub/gob)



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …
Ilustrasi suspect difteri. (Foto: Ist)

Penderita Difteri di Kota Bekasi Bertambah

PENDERITA Difteri di Kota Bekasi bertambah. Sedikitnya 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah …