Buruh Asal Cibitung Dikeroyok 4 Pelajar di Bekasi Timur

Kondisi  Buruh pabrik Jihan Rusdianto (19) usai mendapatkan pertolongan dari RS Mitra Timur, Jumat (12/5/2017). Foto: Istimewa/GoBekasi

Kondisi Buruh pabrik Jihan Rusdianto (19) usai mendapatkan pertolongan dari RS Mitra Timur, Jumat (12/5/2017). Foto: Istimewa/GoBekasi

SEORANG buruh pabrik kawasan industri Cibitung, menjadi korban pengroyokkan oleh empat pelajar usai mengantar rekan wanitanya pulang di bilangan Rawalumbu, Jumat (12/5/2017).

Akibatnya, korban atas nama Jihan Rusdianto (19) menderita dua luka sobek di bagian perutnya lantaran terkena sabetan celurit. Korban bertikai di depan SD YPI 45, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur.

Kepala Subbagian Humas Polres Metropoilitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing, menyatakan saat ini dua diantara empat pelaku sudah berhasil ditangkap petugas.

“Saat itu, korban sedang mengantar Yuni Anjani (14), setelah itu, saat korban ingin pulang dijegat segerombolan pemuda. Mereka akhirnya bertikai di TKP, hingga akhirnya korban terkena sabetan celurit,” kata dia, Sabtu (13/5/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Parahnya, kata Erna, pelaku masih dibawah umur dan masih berstatus sebagai pelajar. Pelaku berisial KA (17) duduk di kelas XI SMK, dan MAF masih duduk di bangku SMP. Sementara 2 pelaku lainnya masuk dalam daftar pencarian orang, mereka adalah Tesa dan Gandul.

“Mereka kita tangkap dirumahnya pasca kejadian. Dan atas dasar laporan dari kekasih pelaku, Yuni Anjani Lestari, serta orangtua korban Junaidi (49),” tandas dia. (kub/gob)



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …
Ilustrasi suspect difteri. (Foto: Ist)

Penderita Difteri di Kota Bekasi Bertambah

PENDERITA Difteri di Kota Bekasi bertambah. Sedikitnya 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah …