Apes…Laporkan Politisi Golkar Kota Bekasi ke Polisi, Ikhsan Malah Diberhentikan dari Organisasi

AMS Distrik Kota Bekasi menjabarkan pemberhentian pelapor Ketua AMS Kota Bekasi yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris DPD Partai Golkar, Sabtu (13/5/2017). Foto: Mochammad Yacub Ardiansyah

AMS Distrik Kota Bekasi menjabarkan pemberhentian pelapor Ketua AMS Kota Bekasi yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris DPD Partai Golkar, Sabtu (13/5/2017). Foto: Mochammad Yacub Ardiansyah

BUNTUT dari pelaporan Ikhsan Nurdjamil, terhadap wakil sekretaris pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi, Rusman Fadillah, tidak berbuah manis.

Malahan, pria yang aktif dalam keorganisasian itu dipecat secara tidak hormat oleh Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Noery Ispandji.

Alasannya, karena Ikhsan mengaku sebagai Ketua Distrik AMS Kota Bekasi. Menurutnya, Ikhsan bukan lagi menjabat sebagai Ketua setelah jabatnnya habis pada periode 2010-2015 silam.

Ia menyatakan, saat ini Ketua AMS Kota Bekasi dijabat oleh pria yang Ikhsan laporkan ke Polres Metropolitan Bekasi Kota, atas dugaan penipuan tandangan dan penggelapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. pada tahun 2013 silam.

“Ikhsan sudah mencemarkan nama baik AMS. Dan dia juga sudah mengaku-ngaku sebagai Ketua AMS Distrik kota Bekasi, dan ini merupakan tindakkan kami terhadap anggota yang melenceng dari AD/ART,” kata dia, Sabtu (13/5/2017).

Noery Ispandji melanjutkan, saat ini sikap tegas organisasinya telah dibuat, dimana keberadaan Ikhsan selaku anggota AMS dicabut, dan tidak lagi berhak untuk memakai atribut organisasi atau mengatasnamakan organisasi AMS.

Noery Ispandji mengklarifikasi, pernyataan ikhsan dengan menduga Rusman Fadillah membodongi surat kepemimpinan AMS Distrik Kota Bekasi tidak benar. Kata dia, pemberhentian Ikhsan saat itu juga sudah sesuai dengan AD/ART yang ada.

“Pada masa menjabat. Ikhsan tidak aktif dalam menjalankan roda organisasi, dia tidak bisa membenahi organisasi agar berjalan maksimal, maka diadakanlah Musyawarah Distrik Luar Biasa (Musdilub), dan menghasilkan terpilihnya Rusman menjadi ketua Distrik AMS Kota Bekasi yang sah,” terang dia.

Sementara, sekretaris Distrik AMS Kota Bekasi, Aris suheri, mengaku sudah menerima surat keputusan dari AMS pusat. Kata dia, itu tertuang dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Ketum AMS, Noery Ispandji dan Sekjen, Denda Alamsyah.

“Ya, Ikhsan sudah diberhentikan dengan tidak hormat, dan dicabut hak keanggotaannya, karena dinilai sudah membuat gaduh dan mencemarkan nama baik organisasi AMS Bekasi,” beber dia.

Menurutnya, memang sesuai dengan AD/ART AMS Distrik Kota Bekasi jika ada sikap anggota AMS yang mengundang kerusuhan, pihaknya tidak segan memberikan sanksi sesuai aturan organisasi.

“Anggota-anggota yang dianggap menambah kisruh juga akan diberikan sanksi organisasi. Kami dari Distrik Kota Bekasi, pada intinya siap melaksanakan instruksi dari pusat,” jelas Aris.

Selain nama Ikhsan yang mencuat atas edaran surat Ketum AMS. Nama Ade Rusli pun nampak dalam surat itu, hal ini hasil evaluasi Dewan Penasehat AMS Kota Bekasi. Sebab, mereka mengklaim bahwa kantor Distrik AMS berada dibilangan Bekasi Timur.

“Kami tegaskan jika Sekretariat AMS yang sah itu berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Margajaya, Bekasi Selatan bukan di Jalan Kartini yang selalu diklaim oleh Ikhsan sebagai sekretariat AMS Kota Bekasi,”tandas dia.

Di hubungi terpisah, Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing, mengaku bahwa kasus pelaporan penipuan dan penggelapan tertlapor Rusman Fadillah masih ditangani instansinya.

“Saat ini masih kita tangani, dan ditindaklanjuti,” kata Erna, melalui sambungan selularnya.

Rusman Fadillah dilaporkan oleh Ikhsan ke Polres Metropolitan Bekasi Kota atas dugaan pemalsuan tandatangan dan penggelapan dana hibah APBD Kota Bekasi tahun 2013 sebesar Rp 100 juta yang digelontorkan oleh Badan Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Modus terlapor, saat Rusman meminjam kartu tanda penduduk (KTP) milik Ikhsan untuk pencairan dana hibah APBD Kota Bekasi 2013 di Bank Jabar Banten (BJB) cabang Kota Bekasi. Tak lama, kelakuan Rusman ketahuan dan terlapor mengmbalikan dana hibah itu sebesar Rp 75 juta, sementara sisanya tidak diketahui. (kub/gob)



loading...

Feeds