Underpass Tambun, Perjalanan Kereta dan Kemacetan

Underpass Tambun. (Foto: Ist)

Underpass Tambun. (Foto: Ist)

MASYARAKAT di Tambun Selatan (Tamsel) bergairah lagi. Setelah menunggu dua tahun lebih pembangunan underpass, akhirnya mereka merasakan hasilnya. Terowongan bawah tanah yang dibangun guna mengentaskan kemacetan di lokasi tersebut, Rabu (10/5/2017) resmi dibuka untuk umum.

Andi, warga Tambun Selatan mengaku senang dengan diresmikannya pembangunan underpass. Sebab, dengan begitu akses menuju Tambun Selatan yang dulu harus melintasi rel kereta api, kini tak ada lagi hambatan.

’’Senang lah meski pembangunannya sempat molor. Sekarang dari Pasar Tambun ke Mangunjaya aja gak sampai lima menit,’’ ungkap pria yang sehari-hari bekerja di Kota Bekasi itu.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Prasetyo Budi Cahyo mengakui ada keterlambatan dalam proyek pembangunan underpass Tambun Selatan ini.

”Kalau soal ada keterlambatan ini dinamika biasa. Yang penting sekarang sudah bisa dimanfaatkan,” terangnya kepada awak media, usai peresmian bersama Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Rabu (10/5/2017) lalu.

Menurut Budi, tugas pemerintah untuk mengentaskan kemacetan di Tambun Selatan sudah selesai dengan terbangunnya underpass yang dibiayai oleh APBN itu. Kini, tugas berikutnya ada di tangan pemerintah daerah, yaitu Pemkab Bekasi.

Di hadapan Bupati Bekasi, Budi berharap pemerintah daerah bisa melakukan perawatan dengan baik serta mementingkan keselamatan masyarakat. Kata dia, meskipun penggunaan anggarannya dari APBN. Karena lokasi wilayahnya ada di daerah sehingga menjadi tanggung jawab daerah.

Di tempat sama, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengutarakan, selesainya pembangunan underpas sangat bermanfaat bagi warga Kabupaten Bekasi.

”Selesainya pembangunan ini untuk mengetaskan kemacetan, karena frekuensi kereta yang begitu tinggi. Adanya underpass bagi pengendara tidak perlu berhenti kalau ada kereta, selain itu juga bisa menjaga keselamatan masyarakat dari lintasan kereta api diarus lalu lintas yang padat,”bebernya.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …