Permukiman Kumuh Terluas Ada di Margahayu

Warga saat melintasi pemukiman kumuh di kelurahan Margahayu, kemarin. Kelurahan margahayu menjadi salah satu keluarhan dengan kawasan kumuh terluas. (Foto: Dok Radar Bekasi)

Warga saat melintasi pemukiman kumuh di kelurahan Margahayu, kemarin. Kelurahan margahayu menjadi salah satu keluarhan dengan kawasan kumuh terluas. (Foto: Dok Radar Bekasi)

PEMERINTAH Kota Bekasi, terus berupaya menciptakan kota layak huni. Melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), pemerintah akan bekerjasama dengan masyrakat melalui unit pelaksanaan Disperkimtan dan juga badan keswadayaan masyarakat (BKM) untuk minciptakan kota layak huni.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi mencatat, ada sekitar 112 titik kawasan kumuh yang ada di Kota Bekasi. Kawasan kumuh tersebut tersebar di 56 kelurahan di Kota Bekasi.

Dari 56 kelurahan tersebut, yang terluas dengan kawasan kumuh yakni kelurahan Margahayu kecamatan Bekasi Timur. Kawasan kumuh dengan luas sekitar 2 hektar tersebut, dihuni warga dengan 4 RW yakni RW 5, RW 6 , RW7 dan RW8.

Lurah margahayu Andi Ws menjelaskan, setiap RW dihuni ratusan warga. Di RW 05 misalnya ada 445 kepala keluarga (KK), di RW 06 ada 527 KK, di RW 07 ada 1278 KK dan RW 08 ditempati 1117 KK.

”Dari keseluruhan mencapai 3.367 Kepala Keluarga, dan lingkungan tersebut sudah masuk Program Kota Ku,”katanya kepada Radar Bekasi.

Dia menyadari, wilayahnya merupakan salah satu yang terluas untuk kawasan kumuh di Kota Bekasi. Andi mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Permukiman, perumahan dan Pertanahan serta Pemerintah pusat untuk mensukseskan program Kotaku.

“Lingkungan kumuh yang masuk program Kota Ku itu ada beberapa kriterianya, seperti penataan lingkungan, rumah yang belum mempunyai MCK, lingkungan belum memiliki TPS, lingkungan hidup yang kurang baik dan rumah yang masih menggunakan kayu,” katanya.

Dia berharap, program Kotaku bisa terlealisasi pada tahun ini. Sehingga ribuanw arga yang tinggal di kawasan kumuh bisa mendapatkan hunian yang layak.

”Saya harap Pemerintah pusat sungguh-sungguh menjalankan Program Kota Ku. Jika lingkungan sudah di tata dengan baik warga pun harus menjaganya juga agar lingkungan semakin baik dan tidak kembali kumuh,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Dadang Ginanjar menambahkan, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih kurang, sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar membangkitkan kepedulian masyarakat.

Dia mencontohkan, pembangunan infrastruktur jalan lingkungan kawasan tersebut, saluran air, sanitasi, penambahan ruang terbuka hijau, penanganan sampah, serta pembedahan rumah tidak layak huni.

“Kebiasaan masyarakat buruk juga harus diubah,” jawabnya singkat.

(cr33/pj/gob)



loading...

Feeds