GPII Tanggapi Vonis Putusan untuk Ahok

Sekjen GPII M. Rojak saat Akssi Simpatik 55. Foto: Ist

Sekjen GPII M. Rojak saat Akssi Simpatik 55. Foto: Ist

LEBIH dari 20 kali sidang kasus dugaan penistaan agama akhirnya menemui titik terang pada Selasa (8/5/2017). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pembacaan keputusan itu diikuti seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat sekitar Jakarta yang menyempatkan diri langsung mendatangi tempat pembacaan amar putusan hakim secara langsung, termasuk masyarakat Bekasi.

Salah satunya M. Rojak dari Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, yang juga Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Ia menyesalkan putusan hakim yang hanya menjatuhkan 2 tahun kepada Ahok.

“Kalau bicara UU putusan terhadap penistaan agama maksimal 5 tahun bagaimana minimal dari Undang-Undang tersebut namun kami sangat sesalkan keputusan hakim yang sangat ringan sekali, dua tahun,” jelasnya, Rabu (10/5/2017).

Mengenai Ahok yang akan banding, ia menjelaskan bahwa itu merupakan hak Ahok sebagai warga negara.

“Kalau (banding) ditolak Ahok harus menerima keputusan hakim. Dia harus menerima kenyataan dia dengan sengaja melakukan penistaan agama. Mau tidak mau harus diakui dia tersangka dan pelaku penistaan agama,” imbuhnya.

Ia mengimbau kepada Mendagri agar segera memberhentikan Ahok karena kasus tersebut sudah ada keputusan dari hakim dan tidak lagi menunda-nunda.

“Kalau dari UU, sejak awal penetapan tersangka sudah harus diberhentikan, karena ada faktor politik terlalu kuat sekarang tidak ada lagi alasan. Keputusan hakim sudah dikeluarkan, segera berhentikan status sah sebagai gubernur,” tutupnya. (lea/gob)



loading...

Feeds