KUA Bekasi Barat Klaim Angka Perceraian Menurun

Kepala KUA Bekasi Barat, Madinah. Foto:cr28/GoBekasi

Kepala KUA Bekasi Barat, Madinah. Foto:cr28/GoBekasi

KANTOR Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekasi Barat mengklaim angka perceraian di wilayahnya menurun. Penurunan angka perceraian ini berkat pembinaan dan bimbingan yang dilakukan oleh pihak KUA.

Menurut Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekasi Barat, Madinah, kasus perceraian biasa terjadi dengan beebagai sebab.

“Perceraian ini terjadi karena beberapa faktor yang kerap dialami oleh pasangan keluarga baru, diantaranya persoalan ekonomi,” terangnya, Selasa (9/5/2017).

KUA Kecamatan Bekasi Barat, lanjutnya, memang aktif dalam sosialisasi pernikahan. Hal itu guna menekan angka perceraian pada pasangan menikah di usia produktif.

Dirinya berharap, pernikahan tidak dijadikan alat untuk merubah sebuah status kehidupan seseorang menjadi berpasangan (kawin). Namun untuk menjaga dan bertanggungjawab apa yang sudah di anjurkan dalam ayat suci Alquran.

“Alhamdulillah disini, khususnya di wilayah Kecamatan Bekasi Barat, hampir 0 persen angka perceraian, alias tidak ada. Biasanya perceraian ini sering terjadi oleh pasangan yang baru nikah, karena soal ekonomi. Tetapi Alhamdulillah, sudah tidak ada lagi perceraian disini,” paparnya.

Pihaknya juga hadirkan Badan Penasehatan, Pelestarian dan Pembinaan Perkawinan (BP4) untuk membina calon pasangan pernikahan.

“Jadi mereka yang mau menikah kita berikan bimbingan agar bisa menciptakan pernikahan yang Sakinah, Mawadah, Marohmah,” ungkapnya.

Dalam BP4 itu, sambung Madinah, terdapat poin penting terhadap kewajiban dua pasangan, sebelum melakukan pernikahan.

“Kewajiban KUA itu, selain mengkawinkan, juga harus memberikan bimbingan, nasehat kepada si calon, tentang apa saja kewajibannya setelah menikah nanti. Tidak sembarang asal menikahkan saja karena di dalam ayat suci Alquran pun juga di jelaskan tentang kewajiban si istri, maupun suami,” tandasnya. (cr28/gob)



loading...

Feeds