Forki Helat Bekasi Open Championship 3 Kejuaraan Antar Dojo

LATIHAN: Atlet Pelatcab Karate Kota Bekasi saat menjalani latihan di komplek KONI Kota Bekasi. 15 medali diraih Karateka Kota Bekasi di ajang sirkuit FORKI Jabar. Dok/RADAR BEKASI.

LATIHAN: Atlet Pelatcab Karate Kota Bekasi saat menjalani latihan di komplek KONI Kota Bekasi. 15 medali diraih Karateka Kota Bekasi di ajang sirkuit FORKI Jabar. Dok/RADAR BEKASI.

FEDERASI Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Kota Bekasi menghelat Bekasi Open Chamionship 3 dengan membuka peserta antar dojo se Kota Bekasi maupun dari luar Bekasi. Dibuka sejak Jumat (5/5/2017) perhelatan ini dijadwalkan berjalan dua hari sampai hari ini Sabtu (6/5/2017) di GOR Kota Bekasi.

Sebanyak 560 peserta diketahui mengikuti perhelatan championship memperebutkan Piala Walikota Bekasi dan Piala bergilir KONI Kota Bekasi. Selain tuan rumah, para peserta berasal dari Kota Bandung, Karawang, Bogor dan Gorontalo.

Ketua Forki Kota Bekasi, Zulkarnaen Alregar mengatakan, nomor yang dipertandingkan dalam kejuaraan dimulai dari pra-junior, junior, kadet dan senior.

“Hari pertama kita mendahulukan nomor pra-junior dan junior,” kata dia, Sabtu (6/5/2017) kepada awak media.

Kota Bekasi sendiri, tambah Zul, akan menurunkan atlet pelatihan cabang (Pelatcab). Pada kejuaraan ini, selain menambah jam terbang, Pengurus Cabang (Pengcab),

“Forki bertujuan melakukan seleksi atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda), 2018. Jika kalah, otomatis diganti dengan juara satu,” tutur dia.

Sementara, terkait penyelenggaraan, penyandang DAN IV Internasional Kushinryu ini memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang peduli terhadap kegiatan olahraga.

“Dari awal Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendukung pelaksanaan kejuaraan ini,” ungkap dia.

Terkait keikutsertaan peserta, dari informasi yang diperoleh, peserta kejuaran Bekasi Open kali ini menurun ketimbang tahun sebelumnya. Penyebabnya lantaran berbenturan dengan ujian nasional yang masih berlangsung. Beberapa atlet Pelatcab kabarnya tak bisa mengikuti kejuaraan lantaran persoalan itu. Tahun lalu diketahui, peserta mencapai lebih dari 800 orang.

Sekadar informasi, juara umum dua kali berturut-turut di kejuaraan ini yakni, INKAI Kota Bekasi. Pada 2016, misalnya, tim yang dimanajeri Usman Sufirman tersebut berhasil mengoleksi 14 medali emas, lima perak, dan 15 perunggu. Tak hanya itu, dua karatekanya, Rizky Maulida dan Richo Bayu dinobatkan sebagai Karateka Best of the Best. (kub/gob)



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …