Petugas Hotel Direkrut Jadi Duta Wisata Kabupaten Bekasi

Sejumlah remaja berjalan diatas pembangunan jembatan Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove (PRPM) di Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9). Jembatan dengan panjang 130 meter dan lebar 2 meter yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil tersebut guna memudahkan masyarakat yang ingin menanam mangrove sekaligus berwisata di Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove (PRPM). Foto : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

Sejumlah remaja berjalan diatas pembangunan jembatan Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove (PRPM) di Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9). Jembatan dengan panjang 130 meter dan lebar 2 meter yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil tersebut guna memudahkan masyarakat yang ingin menanam mangrove sekaligus berwisata di Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove (PRPM). Foto : Ivan Pramana Putra / GOBEKASI.co.id

DINAS Pariwisata Kabupaten Bekasi merekrut petugas hotel sebagai duta wisata. Nantinya mereka tidak hanya melayani tamu, tapi juga bertugas mempromosikan sektor wisata di Kabupaten Bekasi. Langkah ini dinilai jitu untuk memperkenalkan sisi keindahan dari kota industri.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Agus Trihono, mengatakan sejauh ini kerja sama pariwisata dengan pihak hotel kurang maksimal. Kedatangan masyarakat dari daerah lain ke Kabupaten Bekasi tidak ditindaklanjuti secara menyeluruh. Sehingga kunjungan mereka hanya sebatas bekerja tanpa sempat melirik dunia wisata.

Akibatnya, diakui Agus, banyak pendatang yang memilih berwisata di daerah tetangga, semisal Karawang, Kota Bekasi maupun Jakarta.

“Wajar saja karena memang mereka tidak tahu soal dunia pariwisata di Kabupaten Bekasi, pun mereka juga tidak ada yang memberitahu. Padahal kita juga kan ada tempat wisata yang laik dikunjungi. Maka dari itu, tahun ini promosinya mulai dari hotel,” katanya.

Diungkapkan Agus, Dinas Pariwisata sudah memilih sedikitnya 50 pegawai dari seluruh hotel di Kabupaten Bekasi untuk disulap menjadi duta wisata. Mayoritas merupakan pegawai pada bagian front office hotel.

Duta wisata itu saat pertama kali menyambut tamu akan memberi penjelasan terkait hotel. Setelah itu, mereka bakal menerangkan objek wisata yang ada di Kabupaten Bekasi, mulai dari yang paling diminati hingga yang objek wisata terdekat dari hotel.

“Jadi nantinya mereka tidak hanya tahu tentang check in dan check out wisatawan saja. Tetapi juga mengetahui sekaligus bisa memperkenalkan potensi-potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

“Untuk itu pelatihan ini perlu dilakukan. Kami pun nantinya akan membekali mereka berupa brosur peta destinasi yang akan dijelaskan kepada wisatawan. Peta destinasi pariwisata itu akan berisi sejumlah lokasi yang bisa didatangi seperti Kampung Mangrove yang ada di Kecamatan Tarumajaya, Gedung Juang di Kecamatan Tambun Selatan dan lain sebagainya,” sambungnya.

Menurut Agus, sejauh ini Kabupaten Bekasi lebih dikenal sebagai kota industri. Padahal, kata dia, ada sisi lain yang menarik, seperti sisi budaya maupun wisata.

(dho/pj/gob)



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …