Perda Tidak Berjalan, FPI Ancam Tutup Tempat Hiburan Malam

Gabungan ormas Islam Kabupaten Bekasi menuntut DPRD mengesahkan Perda Antimaksiat. (Foto: Dokumentasi GoBekasi/Andi Saddam)

Gabungan ormas Islam Kabupaten Bekasi menuntut DPRD mengesahkan Perda Antimaksiat. (Foto: Dokumentasi GoBekasi/Andi Saddam)

MESKI Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2016, tentang Kepariwisataan sudah ditetapkan tetapi Tempat Hiburan Malam (THM) tetap marak di Kabupaten Bekasi. Melihat hal ini, Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya mengancam bakal menutup tempat  hiburan malam di wilayah Kabupaten Bekasi.

Ketua FPI Bekasi Raya, Habib Salim, mengatakan pihaknya hingga saat ini selalu mendatangi kantor pemerintah daerah untuk memberi dukungan moral, agar penegakan perda lebih maksimal, khususnya menutup tempat hiburan malam.

”Sedangkan perda sudah disahkan sejak tahun 2016, tapi hingga saat ini belum ada tindakan, saat kami datang alasannya macam-macam,” katanya.

Hingga saat ini pihaknya masih mengikuti aturan dan mempercayakan persoalan tersebut ke pemerintah daerah. Namun jika tetap tidak ada tindaklanjutnya, pihaknya akan turun ke lapangan untuk menutup THM.

”Tapi kalau beberapa waktu tidak ada eksekusi, maka kami yang akan turun ke lapangan untuk melakukan penutupan,” ujarnya.

”Pokoknya dalam minggu-minggu ini kami terus melakukan komunikasi persuasif. Baik pemerintah daerah, Polri, TNI, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Intinya apalagi yang ditunggu, kan menjalankan peraturan bukanya asal melakukan tindakan,” sambungnya.

Habib Salim tak sependapat jika FPI dikatakan radikal ataupun anarkis jika nanti menertibkan THM. Karena kata dia, itu dilakukan lantaran pemilik kewenangan tidak memiliki keberanian untuk bertindak.

”Kami sebagai fungsi control wajib melakukan penindakan kalau yang memiliki kewenangan tidak berani untuk bertindak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Sahat MBJ Nahor, tidak bisa ditemui. Salah seorang staf mengatakan Sahat sedang rapat dan tidak bisa diganggu. Begitu juga ketika dihubungi melalui jejaring sosial WhatsApp, ia tidak menjawab.

”Bapak lagi rapat, jadi tak bisa diganggu,” ujar staf Satpol PP Kabupaten Bekasi. (and/gob)

 



loading...

Feeds