Hadiri Aksi Simpatik 55, Jawara Bekasi Damin Sada Sampaikan Duka Cita

Damin Sada memakai pakaian khas Betawi Bekasi saat berada di atas mobil komando Aksi Simpatik 55. Foto: kub/GoBekasi

Damin Sada memakai pakaian khas Betawi Bekasi saat berada di atas mobil komando Aksi Simpatik 55. Foto: kub/GoBekasi

MENGHADIRI Aksi Simpatik 55 di depan Kantor Kementrian Dalam Negeri Jakarta, Jawara Bekasi Damin Sada sampaikan duka cita. Dia menyampaikan duka cita atas kekalahan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Ahok-Djarot 19 April 2017 lalu.

“Inanillahi wainaillahi rajiun, berduka cita atas kekalahan Ahok. Politik mesjid kalahkan politiik uang. Semoga hidupnya bersabar ikhlas mengahadapi kekalahan, bukan ngambek bawa karangan bunga,” kata dia mengawali orasinya.

Menurut Damin , kekalahan Ahok merupakan kemenangan umat islam dan bukti kekuatan islam di Indonesia. Tak terkecuali ia memuji Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan lembaga survei quick count.

“Ini 1-0 yah babak pertama, beruntung kita wasitnya bagus itu (KPU dan lembaga survei). Nah ini sekarang kita masuk dalam babak kedua, tinggal tunggu itu wasitnya (hakim) bagus gak. Kalau gak bagus ya ibarat main bola mah biar penonton yang turun,” tutur dia.

Sementara Ketua Penjaga Tanah Air (Peta), Muhammad Saleh, menyayangkan atas sikap masyarakat dan partai politik yang menyebut gerakan umat islam dalam pengawalan kasus Ahok merupakan gerakan anti NKRI.

“Saya hadir disini membawa umat Islam, Hindu, Budha dan Kristen. Jadi jangan sebut kita anti NKRI, saya hapal betul apa itu NKRI,” teriak pria yang merupakan mantan perwira TNI Aceh Darusalam ini.

Saleh mengaku bahwa apa yang terjadi di Indonesia ini merupakan perbuatan oknum asing yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Saat ini, banyak masyarakat Indonesia sendiri yang telah terdoktrinisasi oleh oknum tersebut.

“Media asing dan media-media yang ada di Indonesia yang telah dikuasai oleh asing inilah yang mencoba memecah belah. Dan kita disini hadir untuk menyatakan bahwa bangsa Indoneasia tidak bisa dipecahkan. Kita ada disini untuk menegakkan keadilan, tegakkan keadilan atau NKRI bubar? tegakkan keadilan atau NKRI hancur?,” kata dia.

Saleh menyebut, bangsa asing yang datang ke Indonesia hanya untuk merampok kekayaan bangsa. “Kita harus jaga bangsa kita ini, jangan hanya menjadi permainan orang-orang asing,” pesan dia.

Di informasikan, massa aksi simpatik 55 telah membubarkan diri sejak pukul 16:30 WIB. Mereka berencana akan mengawal sidang Ahok di Ragunan, Jakarta Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2017. (kub/gob)



loading...

Feeds

Prosesi pemakaman Bripda Taufan di TPU Jatiranggon, Jatisampurna, Kamis (25/5/2017). (Foto: Ist)

Sosok Bripda Taufan Dikenal Ramah

PEMAKAMAN Bripda Taufan Tsunami (23), berjalan dengan hikmat di tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Rangon, Kecamatan Jatisampurna, Kamis (25/5/2017) siang ini. …