Anak SD di Sukawangi Ini Asyik Banget Boncengan Sambil Ngebut

Sejumlah siswa SDN 01 Sukawangi melintas di depan halaman usai pulang sekolah. Rabu (3/5). Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi menghimbau para orang tua murid melarang anaknya menggunakan sepeda motor berangkat ke sekolah. (Foto: Dok Radar Bekasi)

Sejumlah siswa SDN 01 Sukawangi melintas di depan halaman usai pulang sekolah. Rabu (3/5). Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi menghimbau para orang tua murid melarang anaknya menggunakan sepeda motor berangkat ke sekolah. (Foto: Dok Radar Bekasi)

FENOMENA anak di bawah umur berkendara sepeda motor menjadi pemandangan biasa di SDN Sukawangi 01. Para siswa kelas 5 dan 6 terbiasa menunggangi “kuda besi” secara ugal-ugalan, tanpa helm, dan kelengkapan surat-surat berkendara.

Bak memiliki nyawa ganda, Ramdani (11), tancap gas sepeda motornya sekencang-kencangnya. Satu jok dengannya, Ageng (11) dan Ikhsan (11) dalam boncengannya. Sepeda motor matic berpenumpang tiga orang tanpa mengenakan helm itu, meluncur membelah jalanan Sukawangi. Ketiganya baru saja keluar dari sekolah.

“Kalau bawa motor udah nggak takut lagi, udah lama saya belajarnya,” ucap Ramdani dengan cenge-ngesan usai mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS), Kamis (4/5/2017).

Gaya bocah SD kelas 5 dan 6 saat mengendarai motor seperti pembalap yang sudah mahir, itu tidak memakai kelengkapan seperti helm dan jaket mengendarai motor dengan kencang dan menyalip kendaran yang berada di depannya. Padahal bila ban motor slip bisa terjadi kecelakaan, apalagi mereka membawa motor berboncengan dengan tiga orang.

” Suda biasa yak, di Jalan Sukawangi kan sepi tidak banyak mobil kalau nyalip juga gampang,” ujar dia dengan santai.

Dikatakan Ramdani kalau motor yang ia pakai sudah seijin orang tuanya karena rumahnya yang jauh dan orang tuanya tidak bisa mengantar ke sekolah sehingga dibolehkan untuk membawanya.

Ramdani tidak sendiri. Ada sebanyak tujuh murid SDN 01 Sukawangi yang mengendarai motor kebanyakan yang membawa motor duduk di kelas lima dan enam SD yang sudah pandai mengendarai motor metik ataupun motor bebek.

Ikhsan (11) salah satunya siswa kelas enam SDN 01 Sukawangi mengaku kalau pertama membawa kendaraan motor milik orang tuanya setelah orang tuanya sudah tidak mau mengantar lagi karena kesibukan, hingga ia diijinkan untuk membawa motor.

“Kita bawa motor ke sekolah pihak sekolah juga tidak melarangnya, dan sudah lama juga saya bawa motor,” ujarnya.

Meski rumah Ikhsan tidak jauh dari sekolah namun ia masih tetap membawa motor dengan alasan supaya cepet dan tidak capek-capek berjalan kaki atau memakai sepeda, karena takut telat masuk sekolah.

“Yang pentingkan orang tua ngijinin dan ngebolehin yah dibawa aja bang motornya kesekolah, orang tua saya juga ngga biasa jemput” ujar dia. (dho/pj/gob)



loading...

Feeds