Alat Rekam Rusak di Sukakarya, Warga Harus Rekaman KTP Elektronik di Sukatani

TERKENDLA : Salah seorang warga yang ingin melakukan proses rekam data untuk e-KTP di Desa Satriamekar terpaksa menunggu berjam-jam akibat pemadaman listrik, Foto: DOK/RADAR BEKASI

TERKENDLA : Salah seorang warga yang ingin melakukan proses rekam data untuk e-KTP di Desa Satriamekar terpaksa menunggu berjam-jam akibat pemadaman listrik, Foto: DOK/RADAR BEKASI

AKIBAT rusaknya alat perekaman KTP Elektronik di Kecamatan Sukakarya rusak sejak beberapa bulan lalu, warga Sukakarya harus lakukan rekaman data KTP di Kecamatan Sukatani.

“Kerusakannya di CPU (Central Proccesing Unit) sama computer client, kalau kerusakannya sudah di CPU sama computer client-nya, udah enggak bisa apa-apa lagi. Saya juga enggak mau ada kerusakan, kasihan warga yang mau perekaman, harus ke Kecamatan Sukatani,” kata Kasi Kependudukan Kecamatan Sukakarya, Nurdin Samsudin.

Dikatakan Nurdin, minat warga yang ingin merekam data belakangan ini meningkat. Mereka yang antusias merekam data ialah lulusan baru. Sayang, keinginan mereka untuk mendapatkan KTP elektronik tetunda lantaran mesin perekam data rusak.

“Padahal walaupun perekaman di Kecamatan Sukatani juga ngambil KTP maupun surat keterangan (Suket) di Kantor Kecamatan Sukakarya, karena alamatnya Kecamatan Sukakarya, jadi perekaman mau di kantor kecamatan mana saja bisa, yang penting alamatnya, karena kalau perekaman hanya ngirim data saja,” ungkapnya.

Sementara Kasi Kependudukan Kecamatan Sukatani, Syaefudin, membenarkan warga Sukakarya merekam data di kecamatannya sejak beberapa bulan lalu lantaran alat perekam data rusak.

“Kalau hanya perekaman saja enggak jadi masalah untuk Kecamatan Sukatani, karena habis perekaman data langsung di kirim ke Pemda, selebihnya Kecamatan Sukakarya yang mengurus,” ucapnya.

Kata Syaefudin, ada beberapa warga Sukakarya yang tidak memahami ketika merekam data di Kecamatan Sukatani. Warga tersebut kembali merekam data di Kecamatan Sukakarya. Padahal, data warga yang sudah terekam langsung dikirim ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi.

“Kalau data double di pemda, malahan lama jadinya, karena kebanyakan data paling masalahnya hanya seperti itu saja, setelah dijelaskan saya menyarankan datang ke kantor Kecamatan Sukakarya, lihat datanya sudah ada apa belum, ada beberapa warga yang seperti itu,” ungkapnya. (pra/gob)

 



loading...

Feeds