Pemkab Bekasi Harapkan Pemasukan Bunga Deposito Capai Target PAD

Ilustrasi.

Ilustrasi.

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi (Pemkab) berharap memperoleh pendapatan tambahan dari bunga deposito kas daerah untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah. Sementara hingga kini, pendapatan yang dimasukan ke dalam deposito Bank Jawa Barat dan banten sebesar Rp888 miliar.

Ratusan miliar dana tersebut berasal dari pendapatan sah daerah, baik dana alokasi umum maupun khusus. Sedangkan target keseluruhan dari pendapatan daerah tahun ini sebesar Rp4,6 triliun.

Sementara pendapatan yang diperoleh dari bunga deposito bank berasal dari anggaran yang belum digunakan.

“Kami harapkan pemasukan ke kas daerah dari sektor pendapatan daerah bisa mencapai miliaran rupiah dengan targetan mencapai Rp70 miliar,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Juhandi, Rabu (3/5/2017).

“Penyumbang pendapatan terbesar masih berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp1,2 triliun. Kemudian pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) itu terbanyak kedua sebesar Rp650 miliar lebih. Lalu ada Pajak Bumi dan Bangunan sekitar Rp400 miliar lebih, serta pajak dan retribusi lainnya,” sambungnya.

Juhandi mengaku masih berusaha memenuhi target pendapatan dari bunga deposito bank. Karena pendapatan yang disetorkan ke kas daerah tidak bisa terus mengendap hingga akhir tahun lantaran harus digunakan untuk belanja langsung dan tidak langsung.

Oleh karena itu, pendapatan yang menjadi kas daerah segera disetorkan ke bank agar mendapat bunga deposito sebesar 7 persen.

“Pada prinsipnya uang yang ada di kas daerah langsung kami setorkan ke deposito,” katanya.

Masih Juhandi, realisasi pemasukan pendapatan asli daerah dari beberapa sektor masih berjalan lambat di triwulan pertama. Namun kata dia, di triwulan kedua terus dikebut hingga pendapatan di akhir tahun bisa maksimal dan melampaui target.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti, menegaskan pemerintah daerah harus bisa mencapai target yang sudah ditetapkan. Soalnya, pendapatan tersebut merupakan modal untuk menambah anggaran belanja bagi kebutuhan masyarakat.

“Penting juga untuk digarisbawahi bahwa penyerapan anggaran dan realisasi pendapatan harus seimbang. Jangan jadinya ada ketimpangan,” ucapnya.

Menurut Jejen, pendapatan tahun lalu sukses melebihi target yang ditetapkan. Hanya saja, banyak beberapa pendapatan yang bocor dan tidak memenuhi target. Salah satu contohnya, kata dia, retribusi parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan pada 2016 lalu dianggap gagal.

Dari potensi yang ada, retribusi parkir hanya bisa menyumbang pendapatan Rp75 juta setahun.

“Padahal pontensi parkir di Kabupaten Bekasi sangat besar. Itu yang kami sayangkan. Untuk itu di tahun ini, pendapatan daerah harus melebihi dari target yang sudah ditetapkan,” ucapnya. (dho/gob)



loading...

Feeds

TAK TERURUS: Kondisi Pasar Bantargebang Kota Bekasi. Tidak adanya perhatian dari Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi, membuat kondisi Pasar Bantargebang terlihat kumuh. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

Inflasi Diperkirakan Terjadi Bulan Juni

EKONOM SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi memprediksi puncak tekanan inflasi terjadi Juni mendatang. Eric menuturkan, akan terjadi efek simultan …
sesepuh-tokoh-sunda-meninggal-jawa-barat-berduka_m_133306

Jawa Barat Kehilangan Putra Terbaiknya

Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Sabtu malam (27/5), sesepuh Tokoh Sunda, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia. Mantan Wakil Gubernur Jawa …